Materi Makalah Konsep Produksi dalam Ekonomi Syariah Islam

Materi Makalah Konsep Produksi dalam Ekonomi Syariah Islam

Konsep Produksi Ekonomi Syariah Islam
Konsep produksi merupakan inti dari perekonomian. Seperti halnya kegiatan konsumsi distribusi dan Perdagangan barang dan jasa semuanya diawali dari proses produksi. Nah dalam ekonomi Islam produksi merupakan urat nadi dalam setiap kegiatan. Kali ini kita akan membahas mengenai konsep, pengertian, faktor, prinsip, implementasi serta kesimpulan terhadap pembahasan mengenai produksi dalam perekonomian syariah atau perekonomian islam ini.

Seperti apa konsep produksi dalam perekonomian syariah yang sesuai dengan ajaran Islam. Seperti sekarang ini banyak kasus yang merugikan konsumen terutama kaum muslim terhadap adanya oknum yang memproduksi suatu barang atau jasa yang melanggar peraturan Islam. Seperti misalnya produksi bakso daging tikus, jasa penyalur tki illegal, perdagangan organ manusia dan aktifitas ekonomi terlarang lainnya.

Baca juga : Materi Ekonomi Syariah Sebagai Solusi Peralihan Konvensional

Pentingnya mempelajari mengenai konsep produksi yang sesuai dengan ajaran agama Islam akan mengantarkan kita terhadap kesempurnaan agama ini. Islam bukanlah agama yang hanya mengatur kehidupan akhirat saja, lebih dari itu, agama ini sudah mempersiapkan aturan komplit termasuk kegiatan produksi (yang masuk dalam ruang lingkup ekonomi) untuk digunakan demi kemaslahatan umat. Oleh karena itu, mari kita bahas satu persatu materi yang akan disampaikan dibawah ini, dimulai dari pengertian produksi dalam sudut pandang islam.

Definisi Produksi dalam Ekonomi Syariah

Kata produksi menjadi kata serapan dalam bahasa Indonesia yang diartikan sebagai proses pengeluaran hasil atau penghasilan. Atau dengan kata lain suatu proses yang mengubah kombinasi berbagai input menjadi output. Pengertian ini tidak hanya terbatas untuk pembuatan saja tetapi juga untuk penyimpanan distribusi pengangkutan pengemasan kembali hingga pemasaran.

Adanya terminologi al- kasab, yang dipakai dalam ilmu ekonomi Islam terutama mengenai konsep produksi. Seperti banyaknya penyebutan asap di dalam Alquran dan hadis seperti kewajiban mengeluarkan zakat dari usaha yang baik. Kasab berarti berusaha bekerja mencari nafkah memperoleh dan sebagainya. Kasab juga berarti bisnis dengan segala bentuknya yang menyelimuti aktivitas manusia setiap harinya. Secara tidak langsung pengertian ini telah memberikan batasan antara teori produksi yang Islami dengan teori produksi konvensional yang bebas nilai dan norma.
Dengan demikian disimpulkan bahwa produksi Islami sangat berbeda dengan produksi secara konvensional.

Faktor Produksi Ekonomi Syariah

Kalangan ekonom Muslim belum memiliki kesepakatan mengenai faktor-faktor produksi apa saja yg dalam sistem perekonomian Islam. Namun secara garis besar faktor produksi dapat dibagi menjadi :

Modal

Capital adalah bagian dari kekayaan yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa seperti mesin peralatan fasilitas gedung dan jenis barang lain untuk berproduksi. Apabila modal diinvestasikan dalam bentuk uang, maka konsep syariah yang bisa digunakan adalah bagi hasil atau profit loss sharing. Namun bila yang diinvestasikan seperti mesin dan peralatan maka wajib dibayarkan biaya sewa.

Berdasarkan jangka waktunya model dapat dibagi menjadi aset tetap dan Aset berubah.

Amal dan kerja

Dalam ekonomi syariah Islam amal merupakan segala upaya yang dicurahkan untuk menghasilkan dan meningkatkan nilai guna dari suatu barang atau jasa termasuk dalam bentuk teoritis maupun aplikasi yang sesuai Syariah.

Bekerja sebagai amal adalah pondasi dalam suatu produksi dan juga berfungsi sebagai pintu pembuka rezeki. Proses produksi akan sangat bergantung terhadap usaha atau kerja yang dilakukan oleh para karyawan secara kualitatif dan kuantitatif.

Prinsip Produksi Ekonomi Syariah


Prinsip Produksi Ekonomi Islam

Seperti apa prinsip - prinsip yang diterapkan oleh ekonomi syariah terhadap setiap kegiatan produksi yang berlangsung? Setiap prinsip memiliki nilai yang harus diterapkan untuk memenuhi tujuan ekonomi. Pada dasarnya, prinsip ini adalah representasi ajaran agama islam yang dikembangkan untuk kepentingan produksi. Adapun prinsip nya adalah sebagai berikut :

1. Prinsip tauhid

Perekonomian syariah adalah ekonomi yang berlandaskan ketuhanan yang menitikberatkan akan keesaan Tuhan dan memiliki tujuan akhir. Tujuan ekonomi ini membantu manusia dalam menyembah Tuhannya. Dengan prinsip ketuhanan ini akan menjadikan manusia tidak akan mengambil barang yang bukan miliknya dan tidak akan memakan harta yang bukan haknya.

Tauhid merupakan hal yang paling dasar dalam Islam. Prinsip ini mengajarkan bahwa produsen harus melakukan kegiatan produksinya karena kedudukannya kepada Allah dan termotivasi beribadah hanya kepadanya.

2. Prinsip keadilan

Prinsip ini mengajarkan untuk berlaku adil dengan siapapun yang akan meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas hidup manusia. Dalam aktivitas ekonomi Islam mengajarkan untuk berbuat adil tak terkecuali bahkan kepada pihak yang tidak disukai sekalipun. Pihak-pihak yang terlibat mendapatkan porsi kesejahteraannya sesuai dengan input yang diberikan secara proporsional. Dan juga hak-hak masyarakat serta konsumen sebagai stakeholder produksi harus dipenuhi produsen.

3. Prinsip kemanusiaan

Prinsip ini menyatakan bahwa setiap kegiatan produksi harus mampu Mempererat hubungan silaturahim antar manusia. Prinsip ini diimplementasikan secara luas di mana semua manusia memiliki hak untuk mengaktualisasikan kemampuan produksinya untuk meningkatkan kapasitas kesejahteraannya.

4. Prinsip kebajikan

Prinsip ini mengartikan bahwa manusia harus melakukan sebanyak mungkin kebaikan dalam hidupnya. Dengan mengelola sumber daya ekonomi sesungguhnya manusia telah mengaktualisasikan kebaikannya sebagai seorang hamba yaitu memanfaatkan potensi alaminya secara optimal untuk memerankan fungsinya di dunia dan memuliakan perintah Allah sebagai khalifah di muka bumi.

5. Prinsip kebebasan

Ekonomi Islam mengakui kebebasan manusia. Prinsip Ini mengandung arti bahwa setiap kegiatan produksi harus dapat mengambil manfaat mengeksplorasi dan mengelola sumber daya ekonomi dengan sebebas-bebasnya namun juga harus memiliki tanggung jawab untuk tidak merusak alam. Hal ini menandakan prinsip kebebasan dan tanggung jawab bermakna untuk menjadi manusia yang berkualitas.

Tujuan produksi

Aktivitas produksi dalam ekonomi syariah memiliki tujuan yang mulia. Menurut Qardhawi, produksi harus diarahkan untuk mencapai Swadaya baik Swadaya dalam bidang komoditas maupun jasa yang akan menciptakan kehidupan yang sejahtera bagi umat. Bagi produsen ada dua tujuan dalam proses produksi yaitu materialisme dengan konotasi utility dan spiritualisme dengan konotasi ibadah. Ibnu Ahmad berpendapat bahwa tujuan produksi dalam perspektif ekonomi umar bin khattab, antara lain :
  1. Merealisasikan keuntungan seoptimal mungkin
  2. Tidak mengandalkan orang lain
  3. Mewujudkan kecukupan individu dan keluarga
  4. Memproteksi harta dan mengupayakan pengembangannya
  5. Mengeksplorasi Sumber ekonomi dan mempersiapkannya untuk pemanfaatan yang semaksimal mungkin
  6. Pembebasan dari belenggu taqlid ekonomi

Implementasi Aktivitas Produksi dalam Ekonomi Islam

Dalam setiap produksi hasil seperti profit dan benefit yang maksimal bukanlah suatu tujuan akhir. Begitu juga dengan tanggung jawab produksi tidak hanya bagi diri sendiri dan juga orang lain tetapi mengikutsertakan Tuhan. Seperti contoh wajibnya pemberian zakat sedekah dan infak.

Implementasi produksi yang dikaitkan dengan nilai syariah adalah dengan memasukkan nilai-nilai moral. Produsen menguasai menerapkan nilai-nilai positif sehingga kegiatan produksi berjalan pada koridor yang tepat. Setidaknya ada 2 unsur yang harus diraih oleh produsen yang pertama adalah manfaat barang produksi Baik secara fisik ataupun non fisik juga keberkahan dari barang yang diproduksi.

Produsen seperti misalnya pemilik pabrik dilarang mengeksploitasi Tenaga Kerja dan wajib menghormati setiap hak-hak pekerja. Dikarenakan Adanya prinsip syariah yang mengatur masalah tersebut maka produsen dilarang meminimalkan biaya produksi dengan cara mengurangi upah pekerja.

Kesimpulan

Aktivitas produksi dalam Islam diartikan sebagai usaha untuk menghasilkan kekayaan melalui eksploitasi manusia terhadap sumber daya yang telah Allah ciptakan melalui cara dan kegiatan yang diperbolehkan secara Syariat.

Produksi dalam Islam bukan hanya untuk mencari profit untuk kepentingan pribadi saja, namun juga ada misi sosial dan rohani untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta. Islam sendiri mengajarkan produksi Agar berlandaskan prinsip etika. Islam melarang memproduksi barang atau jasa yang haram karena akan berdampak negatif dan mendatangkan mudharat atau keburukan. Produksi dalam Islam tidak hanya berorientasi pada dunia, tetapi juga terhadap akhirat.

Demikian pembahasan materi kita mengenai Konsep Produksi Dalam Ekonomi Syariah Islam. Semoga bisa menjadi referensi atau sumber literatur bagi kamu yang mencari bahan untuk pengerjaan karya tulis mengenai ekonomi syariah ini. Berikan pendapat, penilaian atau kritik serta saran melalui kotak komentar dibawah ini. Terimakasih telah mengunjungi kosngosan.