4 Upaya Pengentasan Kemiskinan Dalam Perspektif Agama Islam

4 Upaya Pengentasan Kemiskinan Dalam Perspektif Agama Islam

upaya pengentasan kemiskinan
Kemiskinan (poverty) dalam bahasa Arab mengandung arti kefakiran tingkat tinggi. Sementara untuk kata fakir, bermakna sangat membutuhkan (al-ihtiyaaj). Fakir dan miskin merupakan kondisi tidak ideal dari tatanan kehidupan manusia di dunia, terlebih disaat perekonomian saat ini sudah dihinggapi kapitalisme bin liberalisme yang menyuburkan kerenggangan ekonomi.

Sementara kaum dhuafa lebih luas lagi pengertiannya. Sebagaimana umat islam concern akan pemberdayaan kaum ini, maka saya juga akan memfokuskan artikel ini untuk kaum dhuafa. Istilah dhuafa sendiri ditujukan kepada mereka yang mengalami ketidak-ideal-an hidup dalam berbagai aspek termasuk ekonomi, pendidikan, kesempatan berkarier, kesehatan dan bersosial.
"Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya. (QS 17:26-27)"
Atas dalil ini, Islam memerintahkan kita memberikan sebahagian harta kepada kaum dhuafa dan melarang untuk memiliki gaya hidup hedon yang justru akan mendatangkan murka Tuhan yang disebutkan sebagai saudara setan. Syariat Islam juga telah mengatur bahwa seorang Ayah sebagai kepala keluarga wajib memberikan makan, pakaian dan tempat tinggal kepada istri dan anak-anaknya.

Baca juga : Konsep Produksi Dalam Ekonomi Syariah Islam

Tuhan juga sesungguhnya telah menyediakan manusia sarana untuk menjemput kebutuhannya. Setiap anak Adam telah dijamin memiliki rezekinya masing - masing. Bahkan tidak hanya manusia, seluruh makhluk yang telah, sedang, dan akan diciptakan Tuhan sudah tersedia rizki baginya. Tidaklah mungkin, Tuhan sebagai pencipta berbagai makhluk membiarkan begitu saja hamba-Nya tanpa tersedia rizki bagi mereka.

Hingga kemudian timbul pertanyaan klasik, jika memang Islam sangat memperhatikan ketidakberdayaan lantas mengapa hingga kini kemiskinan tetap ada? Kondisi unideal ini tercipta dari sifat dasar manusia itu sendiri. Keserakahan, kemunafikan dan kemungkaran yang merajalela terus - terusan dipertontonkan oleh kita yang disebut Tuhan sebagai khalifah terbaik di muka bumi.

Akibat dari kondisi tidak ideal ini, maka sebagian manusia ada yang terlahir dalam kondisi sangat berkecukupan dan ada juga yang terlahir dari rahim seorang ibu yang meronta tentang besok mau makan apa. Artinya kemiskinan bawaan. Dengan pendidikan yang nyaris minim maka tidak ada kesempatan besar baginya untuk memperbaiki itu, kecuali jika ia cukup "gila" dalam memperjuangkan nasibnya.

Lantas apa yang bisa diperbuat untuk mengentaskan kemiskinan? Jawabannya ada pada poin - poin dibawah ini :

1. Mendukung Program Lembaga Amil Zakat

Hal pertama yang ada dibenak saya adalah bagaimana menguatkan peran Lembaga amil zakat dalam memerangi ketidakberdayaan. Lembaga amil zakat sebagai pionir lembaga nirlaba berbasis Islam, memiliki peran menghimpun dana ZISWAF (Zakat, Infaq, Sodaqoh, Wakaf) dan menyalurkannya kepada umat yang tidak berdaya.

2. Mengentaskan Degradasi Akhlaq

solusi kemiskinan peningkatan akhlaq

Degradasi Akhlaq atau kemiskinan moral telah berangsur mengikis identitas kaum muslim zaman now. Perlahan tapi pasti, kaum muslim mengalami yang namanya kemunduran akhlaq yang diakibatkan berbagai serangan budaya asing secara bertubi-tubi.

Kemiskinan moral berupa perbuatan jahiliyah yang menganggu kehidupan sosial seperti pacaran, seks bebas, narkoba, miras, tawuran, begal, pencurian hingga pembunuhan selalu membayangi kehidupan berbangsa. Apa yang kita sebut sebagai generasi micin mungkin mengekspresikan betapa kajahiliyahan moderen tengah melanda kaum muda mudi islam masa kini.

Dilain pihak para orang tua seakan kehilangan perannya sebagai tauladan sekaligus pendidik akibat terlalu sibuk berkarier diluar rumah. Mereka telah menyiakan masa emas seorang anak dan membuang ikatan bathin sehingga terciptalah anggota keluarga yang renggang tanpa adanya komunikasi.

Memerangi Degradasi Akhlaq berarti menyaring arus globalisasi. Pengaruh negatif dan segala potensinya mesti disingkirkan. Cukup meneladani Rasullullah bagi seorang muslim, sudah bisa menjadi penegak mana yang haq dan mana yang bathil.

Belajar mencintai kepribadian bangsa dan ikut andil dalam setiap kegiatan positif kemasyarakatan. Memerangi paham materialistis, hedonistis dan sekularistis yang sudah terbukti melemahkan ideologi Pancasila yang sudah dirumuskan oleh the founding father kita.

3. Penguatan Peran Media Sosial dan Startup

solusi kemiskinan peran media sosial startup

Globalisasi menjadikan pemberdayaan masyarakat menjadi lebih efektif. Salah satunya media sosial. Memanfaatkan wadah daring sebagai sarana menghimpun dana Infaq dan Sodaqoh terbukti lebih cepat ketimbang cara konvensional.

Hal ini perlu dilirik oleh Lembaga amil zakat. Kepada para public figur yang memiliki influence dan follower banyak justru bisa dimanfaatkan untuk memperkenalkan program pemberdayaan dari Lembaga amil zakat.

Saya sangat terkesima melihat selebgram, membantu saudara - saudara kita di Rohingya pada waktu yang lalu. Hanya butuh waktu dua tiga hari, dia sudah bisa menghimpun dana besar untuk kemudian disalurkan melalui Yayasan Aksi Cepat Tanggap.

Seperti halnya para selegram itu, saya kira potensi selebgram lain bisa dilirik oleh Lembaga amil zakat bekerja sama menjadikannya sebagai program ambasador ataupun special volunteer didalam setiap kegiatan yang digelar.

Dahsyat nya para influencer media sosial ini dalam mengikat perhatian fansnya, bisa dimanfaatkan Lembaga amil zakat untuk kemudian mengkampanyekan kegiatan - kegiatan terbarunya melalui salah satu situs Crowdfunding seperti Kitabisa. Plus menghimpun dana untuk selanjutnya disalurkan keberbagai bentuk solusi pemberdayaan.

4. Peningkatan Program Pembangunan Berbasis Masyarakat

solusi kemiskinan pemberdayaan masyarakat

Program Pembangunan Berbasis Masyarakat dinilai lebih tepat dalam mengungkapkan kebutuhan masyarakat itu sendiri. Kemiskinan dan ketidakberdayaan umumnya berbeda terkait berbagai aspek seperti pendidikan, sarana prasarana, pekerjaan, akses tempat tinggal dan lainnya.

Oleh karena itu setiap program Lembaga amil zakat haruslah berdasar pada diskusi mendalam terkait permasalahan yang terjadi ditengah masyarakat. Pengadaaan Focus Discussion Group (FGD) dan penelitian sosial ekonomi diharapkan terus dilakukakan demi menemukan formulasi yang tepat dalam pengadaan solusi pengentasan kemiskinan.

Kerjasama dengan aparat desa dalam setiap penanganan musibah, pemberian bantuan dan program pemberdayaan untuk menjangkau seluruh elemen masyarakat pedesaan. Pemerintah Desa beserta Lembaga Desa merumuskan program Pembangunan Desa, dalam hal ini menyusun Pembangunan apa yang sifatnya mendesak dan harus dilakukan dengan segera dalam arti menyusun skala prioritas. Untuk kemudian dirumuskan bersama Lembaga amil zakat.

Baca lainnya : Materi Ekonomi Syariah Sebagai Solusi Peralihan Konvensional

Selain itu, adanya inisiasi untuk membentuk suatu forum silaturahim antar lembaga non profit lain dalam berkoordinasi meminimalisir penumpukan distribusi dana ZISWAF (Zakat, Infaq, Sodaqoh, Wakaf) di suatu daerah. Lembaga amil zakat dapat menggagas kegiatan tersebut melalui seminar dan forum diskusi bersama tokoh dan pimpinan lembaga lainnya yang digelar rutin pada jangka waktu tertentu.

Pada akhirnya, kita hanyalah mahluk sosial yang berusaha memperbaiki kondisi saudara - saudara kita yang pada detik ini tengah mengalami ketidak-ideal-an dalam kehidupannya. Setiap upaya nyata dalam memerangi kemiskinan pasti dicatat sebagai sebuah amal jariyah. Terlebih bila dikelola dan memiliki manajemen terbaik seperti lembaga Lembaga amil zakat.

Demikian artikel mengenai Upaya Pengentasan Kemiskinan Dalam Perspektif Agama Islam kali ini, semoga dapat bermanfaat bagi kalian yang membacanya. Mari kita perangi kemiskinan dengan ke empat upaya diatas. Sebagai generasi muda, tentunya itu sudah menjadi kewajiban kita bersama. Berikan pendapatmu pada kolom komentar dibawah ini. Terimakasih telah berkunjung di kosngosan.