Pilih Sekolah Negeri atau Swasta ? Ini Ceritanya

Pilih Sekolah Negeri atau Swasta ? Ini Ceritanya

Sekolah Negeri Swasta
Bagi kamu yang saat ini hendak melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi, dan bingung hendak memilih sekolah negeri atau swasta, ada baiknya kamu membaca sepenggal cerita yang akan kosngosan bagikan dibawah ini. Ini tentang sahabat kosngosan yang akan menjelaskan bahwa masing masing sekolah tersebut memiliki kelebihan dan kelemahannya masing masing. Mari kita simak dibawah ini.

Sebenarnya ada banyak persamaan dan perbedaan sekolah swasta dan negeri nasional. Sebelumnya kita bahas terlebih dahulu mengenai pengertian keduanya. Sekolah swasta adalah sekolah yang dibangun pihak non-pemerintah bisa individu ataupun yayasan yang memiliki pengelolaan tersendiri. Sementara pengertian sekolah negeri adalah sekolah yang dibangun dan dikelola oleh pemerintah dalam hal ini dinas pendidikan.

Pilih Sekolah Negeri atau Swasta ?


Ini pengalaman yang saya posting beberapa tahun lalu di grup-grup ginian. Mohon maaf ya kalau tulisannya agak alay. Silakan disimak.

Swasta? Kenapa tidak? Saya berasal dari sebuah desa kecil di provinsi Kalimantan Timur, Kota Bangun namanya. Waktu SMP saya termasuk anak yang pintar, bukan termasuk, tapi udah yang Paling pintar. Dibuktikan dengan 3x berturut turut juara umum, dan tentunya nilainya tinggi banget menurut saya waktu itu. Bahkan nilai UN ku paling tinggi sekecamatan.

Pas lulus SMP, saya bingung mau ke mana. Namun di pikiran saya hanya satu, saya harus Merantau. Saya gabisa di sini terus, kalau di sini terus, saya hanya bakal jadi "orang-orang", bukan "seseorang". Saya ingin melihat sesuatu yang baru, melihat bagaimana orang lain hidup, makan, dan bekerja.

Baca juga : Cara Mengurus Surat Pindah Sekolah SD, SMP dan SMA Terbaru

Akhirnya saya mendaftar sebuah sekolah di Samarinda. Sekolah negeri, lumayan bergengsi sih, bagus banget. Banyak menjalin kerja sama di luar negeri. Akhirnya saya tes di sana, "santai aja, orang kayak aku pasti lulus kok" pikirku.

Saya ingat sekali tanggal itu, 15 Mei 2012. Itu pertama kalinya aku nangis setelah 3 tahun di SMP :3
Saya ga lulus masuk sekolah itu. Sedih banget, karena yg ga lulus sedikit, dan aku termasuk orang itu. (Kalau di snmptn/sbmptn yg ga lulus banyak, ratusan ribu!). Coba pikir? Sebodoh apa sih orang yang ga bisa masuk SMA Negeri ?

Saya yakin semua orang di grup ini, kalau tes masuk SMA Negeri pasti diterima semua, karena kuotanya banyak. Lahh ini ? Mungkin karena saya orang desa yang gak kenal persaingan di kota

Akhirnya, karena waktu itu gada sekolah lagi yang buka pendaftaran, yah Terpaksa deh masuk pesantren. Tapi untungnya pesantrennya terpadu, jadi punya SMA sendiri

Awal masuk, kecewa banget. Ngapain sih masuk pesantren? Jauh di dalam hati sebenarnya saya pengen masuk sekolah biasa, bisa ikut olimpiade, bisa ikut lomba lomba yang seru, dapet uang, sertifikat, dan lain lain

Enggak usah lama lama, masuk bulan juli, agustusnya langsung ada informasi lomba News Reading. Saya langsung nekat! Nekat ikut, padahal bahasa Inggrisku abal abal, UN SMP aja paling rendang bahasa Inggris. Ya meskipun akhirnya ga menang juga nih lomba

Lanjut terus, saya ikut berbagai macam lomba, LCC 4 Pilar, OSK Matematika, macem macem deh

Sampai akhirnya saya ikut lomba debat Feksi (Festival Ekonomi Indonesia). Dan SMA negeri yg saya mau masukin sebelumnya juga ikut. Saya melihat penampilan mereka, bagus sekali! Bahasa Inggrisnya luar biasa! Waktu itu tim mereka juara 2, tim saya juara 8. Saya rasa tidak mungkin bisa melampaui mereka

Selanjutnya saya ikut Olimpiade Fisika yg diselenggarain salah satu kampus di sini. Alhamdulillah dengan belajar terus, saya juara satu seBalikpapan. Lanjut ke tingkat provinsi. Ketemu mereka lagi! iyaa merekaaa! Di lomba itu saya kalah lagi, dapet juara 13, nyesek. Dan Mereka juara 1 ! Makin sakit hati.

Tapi tunggu, liat siapa juara 2, 3, dan 5 nya. SMAN 1 Kota Bangun! Iyaa, tempat asal saya berhasil menyaingi mereka. Di situ saya sadar, enggak ada yang ga mungkin

Itu cerita kelas 1, sekarang kelas 2. Udah mulai gede nih. Saya mengajukan diri buat ikut Olimpiade Pasar Modal. Waktu itu tim olim ekonomi sekolah cuma 5 orang, kuotanya 7 orang, yaudah saya ikut buat ngisi kekurangan

Aku belajar keras,, keras, bahkan lebih keras daripada waktu SMP. Bangun subuh, baca buku. Setiap ketemu buku Ekonomi, pasti ku baca bagian pasar modalnya. Aku begitu rakus waktu itu. Aku gamau kalah lagi!

Ternyata di lomba itu, aku ketemu lagi sama mereka.Orang orang yang mengambil jatah kursiku di negeri! Akhirnya kita lomba. Dan ternyata aku Juara 1. Juara 2 siapa? Anak sekamarku di pesantren. Juara 3, SMAN 1 Balikpapan, juara 4, lupa. Mereka akhirnya hanya sampai juara 5

Iyaa, mereka yang ga nerima aku waktu itu. Yang sempat ku pikir gaakan bisa ngelawan mereka. Dan ternyata aku bisa! Dan akhirnya aku lanjut ke nasional, Alhamdulillah juara 7

Berbagai pengalaman sudah ku dapat di pesantren. Rasanya ngatur adek kelas, jadi ketua Jurnalistik, ikut IPM, ikut berbagai lomba, ketemu orang baru dari berbagai daerah, banyak prestasi, sering masuk koran macem macem deh

Siapa yang bisa bikin aku kayak gini? Teman-temanku! Mereka yang terus nyemangatin aku, jangan nyerah!

Terima kasih juga buat Bobby Gilang, Faiz Afza, Agus, Fieqry, temen temen kamar 8 Ali, temen temen 4 Pilar, anak anak Jurnalistik, IPM, Edcom, seluruh anak pesantren Al-Mujahidin Balikpapan, jgn kasih tau yg lain soal tulisan ini, aku malu 😊 wkwkwk

Jadi kesimpulannya apa?


Ga masalah kita masuk negeri atau swasta. Unggul atau enggak. Akreditasi A, B, atau C. Toh yang nentuin kesuksesan seseorang itu Individu dan Tuhan

Semenjak saat itu saya sadar, nilai bukan penentu, rangking juga bukan penentu, tapi usahamu gaes!. Kamu boleh nangis, kamu boleh galau, tapi ingat, jangan menyerah! Ga masalah berapa kali kamu gagal, lihat aku, udah berkali-kali gagal masih ganteng aja :)

Overall, swasta gak seburuk itu kok. Menurutku, orang-orang di swasta malah merreka yang punya semangat untuk bangkit, semangat ingin diakui, semangat untuk maju. Dan ingat, bahwa semangat itu bisa menular kepada siapapun.

Berlian tetaplah berlian walau tertelan oleh lumpur


Demikian cerita mengenai Pilih Sekolah Negeri atau Swasta, semoga bisa menginspirasi mu yang saat ini masih bingung hendak memilih mau melanjutkan sekolah pada kedua jenis tersebut. Apapun pilihanmu, kamu harus tetap belajar dan menjadi manusia yang terbaik.

Sumber Kiriman Facebook Ahmad Lia

Buka Komentar