Solusi dampak negatif pembangunan pariwisata terhadap lingkungan hutan

Solusi dampak negatif pembangunan pariwisata terhadap lingkungan hutan

Baca juga :

Pembangunan memang menjadi salah satu kegiatan untuk memajukan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan bersama. Akan tetapi selain dampak positif nya, pembangunan seperti pariwisata juga turut berdampak negatif terhadap lingkungan dan hutan. Oleh karena itu kali ini kosngosan akan memberikan solusi dalam mengatasi dampak negatif dari pembangunan pariwisata.

solusi pembangunan pariwisata
Diperlukan cara yang komprehensif dalam mengatasi dampak negatif yang dihasilkan oleh pariwisata. Dampak industri pariwisata ini bisa berupa dampak terhadap lingkungan, baik yang berupa hutan dan dampak lainnya. Dibutuhkan kerjasama semua pihak untuk merumuskan beserta solusinya.

Bagi daerah memang perkemabangan sektor pariwisata menjadi primadona. Terdapat beberapa modal dasar yang harus dimiliki daerah bila ingin mengembangkan sektor pariwisatanya seperti sumber daya alam dan sumber daya manusia yang kompeten.

Pariwisata memberikan beberapa keuntungan seperti meningkatnya kesempatan berusaha bagi masyarakat yang tinggal di sekitar objek wisata alias dapat menyerap tenaga kerja yang dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan.

Namun peningkatan ekonomi tidak dibarengi dengan peningkatan kesadaran dalam memelihara kelestarian lingkungan hidup dan kebudayaan nasional. Terutama bagi pengunjung atau wisatawan. Dengan adanya pariwisata, masyarakat sering lupa dalam menjaga keutuhan dan kelestarian lingkungan. Pada akhirnya memberikan kerusakan lingkungan yang massif.

Baca juga : Kuliah jurusan teknik arsitektur lingkungan, ekologi, biologi dan geologi

Salah satu kegiatan dalam memperluas industri pariwisata adalah dengan melakukan penebangan liar pada hutan. Apa yang terjadi jika penebangan liar tidak dihentikan? Tentunya ini akan merusak ekosistem hutan dan merusak habitat alami dari berbagai hewan endemik yang tinggal di dalam lingkungan tersebut. Akhirnya banyak flora dan fauna terancam hidupnya dan masuk dalam kategori langkah dan terancam punah.

Bagaimana cara mengembalikan lingkungan dan hutan seperti semula?


Mengatasi penebangan liar dan mengembalikan hutan seperti semula adalah salah satu langkah dalam mengatasi dampak negatif pariwisata terhadap lingkungan dan hutan. Ada beberapa solusi dalam mengatasi dampak negatif ini, yaitu :

1. Mengembangkan pariwisata berbasis ecotourism


ecotourism

Pada zaman sekarang negara maju sudah mulai memberlakukan ecotourism terhadap industri pariwisata mereka. Ekowisata bukan jenis pariwisata yang akan menghamburkan uang untuk melengkapi fasilitas mewah untuk para turis. Akan tetapi jenis pariwisata ini mendorong meningkatkan pengetahuan, memperluas wawasan dan mempelajari sesuatu dari alam, flora dan fauna serta sosial-budaya daerah setempat.

Dalam ekowisata ada empat unsur harus diterapkan yaitu unsur pro-aktif, kepedulian terhadap pelestarian lingkungan hidup, keterlibatan penduduk lokal, unsur pendidikan. Kesemuanya ini harus dilakukan secara komprehensif agar terwujud sistem ecotourism yang berkelanjutan.

2. Menerapkan sistem tebang pilih dan reboisasi hutan secara massif


Indonesia memang terkenal sebagai paru-paru dunia karena memiliki banyak hutan hujan tropis yang kaya akan flora dan fauna. namun kondisi kerusakan hutan hujan tropis ini semakin memprihatinkan. Akibat dari aksi penebangan liar demi meningkatkan fasilitas pada industri pariwisata misalnya.

Dan salah satu upaya untuk mengatasi persoalan ini adalah dengan melakukan upaya sistem tebang pilih untuk jenis hutan industri dan melakukan reboisasi atau penanaman kembali hutan yang sudah rusak oleh ulah tangan manusia.

3. Mengurangi konsumsi bahan bakar fosil dan beralih ke energi alternatif


Industri pariwisata di Indonesia sudah seharusnya memperkenalkan kepada para wisatawan mengenai konsep energi terbarukan yang berasal dari alam dan tentunya tidak menimbulkan polusi dan merusak lingkungan. Ada beberapa energi terbaharukan seperti panel surya, energi angin, nuklir, pembangkit listrik tenaga ombak dan minyak nabati.

4. Meminimalisir pembangunan pemukiman diatas lahan hijau


Pembangunan fasilitas untuk menunjang para wisatawan seperti apartemen dan sarana bermain diatas lahan hijau harus ditentang. Selain harus memiliki izin AMDAL, hal ini seharusnya perlu dikaji ulang. Pemerintah harus memberikan perlindungan dan melarang pembangunan bangunan permanen diatas lahan konservasi atau hutan yang dilindungi.

5. Peningkatan jumlah dan peran dari polisi hutan


Solusi ini menjadi cukup penting dalam menempatkan polisi hutan di berbagai wilayah titik hutan yang rawan. Hutan yang memiliki flora dan fauna yang dilindungi harus memiliki polisi hutan yang cukup untuk mengawasinya. Polisi hutan harus bersikap kompeten dan bertanggung jawab dimana mereka memiliki kesadaran tinggi dalam menjaga kelestarian hutan.

Adanya senjata dibarengi dengan teknologi canggih akan mampu membantu kinerja polisi hutan dalam memberantas oknum yang suka merusak lingkungan hutan. Sanksi yang diberikan kepada oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut haruslah tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku yang sudah ditetapkan.

6. Mengedukasi masyarakat di daerah pariwisata dalam menjaga lingkungan


Peran pemerintah dan wisatawan tidak cukup untuk menjaga lingkungan di sekitar daerah pariwisata. Peran sentral ada pada masyarakat yang mengelola daerah sekitar pariwisata tersebut. Adanya kesadaran dalam membuang sampah pada tempatnya.

Seperti memisahkan sampah organik dan anorganik juga memisahkan sampah yang mudah terurai dan yang sulit terurai harus sudah diperkenalkan kepada masyarakat sejak dini. Pemerintah bisa mengadakan penyuluhan atau pelatihan dalam mengedukasi masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan demi kelangsungan hidup dan keberlangsungan industri pariwisata.

7. Mewaspadai terjadinya resiko kebakaran hutan


Kerusakan hutan yang paling parah adalah resiko kebakaran baik yang berasal dari suhu ekstrim saat musim kemarau atau berasal dari ulang oknum perusahaan perkebunan yang membuka lahan baru. Dampak yang dihasilkan adalah bencana kabut asap yang dapat menganggu kesehatan dan aktifitas masyarakat.

Pemerintah sangat perlu mengindentifikasi apa saja yang menyebabkan kebakakaran hutan terjadi. Perlu tindakan pencegahan dan penegakan hukum bagi yang sudah terbukti melakukan. Mencegah terjadinya kabut asap yang dapat merugikan berbagai sektor dalam negara harus ditangani secara bersama dan berkelanjutan.

Lihat juga : Solusi jika minyak bumi habis, alternatif energi ini bisa dicoba

Sekian pembahasan mengenai Solusi dampak negatif pembangunan pariwisata terhadap lingkungan hutan kali ini, semoga bisa menjadi referensi bagi kalian yang sedang mencari solusinya. Silahkan bagikan tulisan ini untuk dibaca orang lain.

Buka Komentar