7 Cara Negosiasi yang Baik dan Benar, Dijamin Berhasil

Bagaimana strategi dan contoh negosiasi yang baik dan benar? Dalam setip perjanjian terdapat hasil kerja keras negosiator ulung yang membantu terjadinya kesepakatan baik dalam hal bisnis, politik, pendidikan dan lainnya. Negosiasi memerlukan seni dan cara yang santun supaya dapat mempengaruhi pihak lain

Pada kesempatan kali ini, kosngosan akan memberikan beberapa tips bagi kamu yang ingin melakukan negosiasi dengan berbagai tujuan dan motif. Siapa yang akan melaukan negosiasi, tentu saja yang paling paham dalam menguasai situasi. Sehingga bisa mendapatkan hasil kesepakatan yang menguntungkan antar kedua belah pihak.

Negosiasi merupakan kunci keberhasilan dalam bisnis apa pun yang kamu jalani. Kali ini kita akan fokus pada bisnis. Dimulai dari proses jual beli, pembayaran gaji karyawan hingga perselisihan yang terjadi dalam bisnis, semuanya memerlukan negosiasi.

Kesalahan yang sering kita lakukan adalah bahwa kita beranggapan negosiator yang baik merupakan orang yang memiliki argumen yang tak terbantahkan dalam setiap negosiasi, padahal belum tentu. Ada beberapa alasan mengapa bersikap logis dan rasional sering kali gagal dalam negosiasi.

Baca juga : 11 Kesalahan Pengusaha yang Membuat Bisnis Gagal di Tahun Ini

Yang pertama karena proses negosiasi lebih kepada mencapai kesepakatan dengan orang lain, bukan mengenai siapa yang paling benar dengan memberikan penjelasan logis seperti debat ilmiah atau politik.

Yang kedua banyak orang cenderung berperilaku mementingkan perasaan mereka daripada logikanya. Hal ini sebenarnya tidak bisa disalahkan sepenuhnya, karena sifat dasar manusia memang seperti itu. Akan tetapi dalam bernegosiasi, harus ada win-win solution antar kedua belah pihak.

Cara Bernegosiasi yang Sesuai dengan Kepentingan


Berikut beberapa hal yang berpengaruh dan perlu kamu perhatikan untuk sukses pada setiap negosiasi, dari faktor sifat hingga psikologi manusia dibawah ini terbilang cukup sederhana, hanya perlu pengaplikasian dan latihan yang matang :

Menggunakan diksi yang tepat


negosiasi berhasil

Kata-kata bukanlah alat yang netral. Ucapan memiliki kekuatan yang luar biasa untuk mempengaruhi seseorang. Ketika kamu mengucapkan sesuatu, kamu selalu menggambarkan sesuatu yang lebih besar dari apa yang kamu katakan. Jadi pastikan pilihan diksi sesuai dengan porsinya, sehingga tidak ada kesalah pahaman dalam bernegosiasi.

Setiap ucapan akan menanamkan opini kepada pendengar, jadi cobalah menggunakan sudut pandang yang berbeda supaya negosiasi berhasil. Seperti contohnya jika kamu menjual pakaian di pasar, dari pada sibuk mengatakan betapa murahnya barang tersebut, lebih baik sobat kosngosan memulainya dengan mengatakan “Ibu akan sangat cantik dan terlihat lebih muda jika mengenakan pakaian ini”.

Perhatikan penampilan mu


Sobat kosngosan sering mendengar pepatah "jangan pernah menilai buku dari sampulnya". Tetapi pada kenyataannya, kita sering melakukannya. Banyak orang lain membuat penilaian pada mu berdasarkan cara kamu berpakaian dan berpenampilan. Ini adalah rahasia umum.

Salah satu hasil penelitian menemukan bahwa para pewawancara membuat penilaian kepada calon kandidat kurang dari 15 detik diawal pertemuan. Bahkan dia mengatakan berpakaian yang salah ketika proses wawancara itu seperti mengupil ditengah interview sendiri. Jadi berikanlah kesan pertama yang baik dengan berpakaian rapi ketika melakukan negosiasi.

Baca juga : Tips dan Cara Sukses Berbicara Lancar di Depan Umum

Kamu dapat menggunakan seperti pakaian dan aksesoris yang bermerek sehingga bisa meningkatkan statusmu. Selain itu ini akan membuat mu lebih percaya diri dalam setiap proses bernegosiasi yang tebilang cukup memakan waktu lama.

Jangan beranggapan bahwa pakaian yang baik disini adalah pakaian formal atau mahal, akan tetapi cobalah untuk berpakaian sesuai dengan kondisi dan lawan negosiasi mu. Ini akan membantu mu lebih cepat akrab satu sama lain, karena siapa tahu lawan negosiasimu juga menggemari barang yang sedang kamu pakai.

Perhatikan juga diksi lawan negosiasimu


Jika kamu mendapatkan hatinya, maka otomatis kamu mendapatkan uangnya. Sobat kosngosan perlu juga memperhatikan ucapan yang digunakan oleh lawan negosiasimu. Menggunakan ucapan yang sama dengan lawan bicara mu bisa membangun koneksi yang cepat diantara kalian.

Apabila lawan negosiasi mu banyak menggunakan bahasa yang sederhana, jangan sekali-kali berusaha pamer menggunakan bahasa yang hanya dimengerti anak kuliahan supaya kamu terlihat lebih pintar.

Kamu harus paham bahwa ini bukan debat ilmiah. Ini adalah proses saling menguntungkan kedua belah pihak. Jadi pilihlah kata dan kalimat mencerminkan apa yang lawan negosiasi mu katakan.

Melakukan Repetisi dan Penegasan


Repetisi atau pengulangan kata perlu dilakukan dalam setiap negoasiasi. Hal ini supaya meyakinkan pihak lawan terhadap kepentingan yang kita punya. Seorang konsultan negosiasi pernah mengatakan bahwa semakin sering kamu mengulangi kata-kata mu untuk menyampaikan kepentinganmu, maka akan semakin besar pula peluang mu untuk diterima.

Namun repitisi dan penegasan yang dilakukan jangan sampai berlebihan. Artinya dalam batasan yang masih bisa di toleransi. Buatlah pengulangan tersebut berjalan alami, seakan lawan mu tidak mengetahui bahwa kamu sudah mengatakan maksud yang sama secara berulang-ulang. Berikan variasi cara penyampaian yang tidak monoton.

Mengandalkan Body Languange


body languange

Pilihan kata itu penting, akan tetapi bagaimana kamu bersikap bahkan lebih penting dari apa yang kamu katakan. Bahasa tubuh bisa mencakup lebih dari setengah pesan yang dikomunikasikan. Sobat kosngosan dapat menyesuaikan bahasa tubuh mu untuk meningkatkan peluang berhasil dalam situasi negosiasi.

Bahasa tubuh merupakan cara terbaik untuk membangun hubungan yang intens. Hubungan baik akan menghasilkan kesepakatan yang baik. Mulailah dengan membuat kontak mata dengan lawan negosiasi mu sambil senyum.

Hal ini akan menunjukkan kalau kamu benar-benar serius dan menghormatinya. Ketika sedang berbicara cobalah membuka tangan mu dengan telapak tangan menghadap keatas, itu mengartikan bahwa kamu menerimanya dengan baik.

Kemudian jangan lupa untuk (mirroring), atau mengubah arah tubuh mu benar-benar menghadap kepada lawan bicara mu dan bisa untuk mencoba mengikuti posisinya sehingga tercipta suasana yang leih rileks dan santai. Tentunya ini membutuhkan latihan dan pengalaman yang tidak instan.

Memanfaatkan Momen Negosiasi yang Tepat


Dalam bisnis, waktu adalah hal yang paling berharga. Hampir semua negosiasi memiliki batas waktu. Dan negosiator yang baik mengetahui bagaimana memanfaatkan waktu sebagai alat tempurnya. Kuncinya terletak dalam memastikan momentum negosiasi berjalan menguntungkan.

Sebagai contoh mengenai pentingnya waktu makan siang. Kurang lebih sudah dua jam yang dihabiskan dalam beberapa pertanyaan alot, mempertimbangkan setiap permasalahan dengan hati-hati, ketika pukul 12:30 tiba, belum ada satu pun solusi pun disepakati. Namun sekitar jam 1 siang keputusan penting bisa dicapai dengan hanya sedikit argumen, karena perhatian sudah beralih pada melihat jam tangan masing-masing.

Intinya adalah sejauh mana kamu bisa menguasai momen tersebut untuk kepentingan mu. Jangan salah langkah, karena kamu harus waspadailah waktu, ini bisa saja menguntungkan atau merugikan mu. Belajarlah baik baik untuk memanfaatkan momen seperti itu.

Tempat Negosiasi yang Tepat


tempat negosiasi

Bernegosiasi di tempat tertentu akan memberikan keuntungan yang besar, karena kamu bisa bebas mengatur ruang negosiasi. Seperti sobat kosngosan bisa mengajak bernegosiasi di ruangan kerjamu. Beberapa tumpukan kertas dan meja kerja yang mewah mungkin akan memberikan kesan yang berbeda. Hal tersebut bisa menunjukkan kesan bisnis dan keramahan.

Selain itu manfaatkan layanan seperti memberikan minuman sesuai yang dia minta. Penelitian menjelaskan bahwa dampak memberi orang minuman hangat atau dingin, kebanyakan menilai orang yang mereka temui memiliki kepribadian "lebih ramah” dibandingkan dengan peserta yang tidak diberikan minuman apa pun.

Studi lain menyebutkan bahwa "benda keras meningkatkan kekakuan dalam negosiasi." Artinya dalam simulasi negosiasi yang dibuat oleh para peneliti, pembeli yang duduk di kursi empuk menawarkan hampir 40% lebih banyak dibandingkan dengan pembeli yang duduk di kursi keras.

Sobat kosngosan bisa memulai negosiasi dengan mengajak lawan negosiasimu untuk duduklah di kursi yang keras, apabila kamu ingin memberikan tekanan didalam negosiasi. Namun apabila kamu ingin mencapai kesepakatan bersama secepat mungkin, maka kursi empuk adalah pilihan terbaik

Baca juga : 6+ Cara Mendapatkan Pekerjaan Sesuai Minat dan Bakat

Bagaimana, semoga dengan membaca artikel kosngosan mengenai Cara Bernegosiasi yang Baik dan Benar diatas, bisa memberikan pencerahan dan pembelajaran bagi yang hendak merumusan kesepakatan dalam berbagai hal. Silahkan bagikan tulisan ini dan komentari dibawah ya. Terimakasih sudah berkunjung.
By

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel