Pengaruh LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual and Transgender) Terhadap Kehidupan Mahasiswa di Indonesia

Isu dan kontroversi LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual and Transgender) di media massa semakin tidak terkendali dan mulai mempengaruhi kehidupan anak kuliah di berbagai kota. Mulai dari skala individu, pemuka agama, parlemen, sampai pemerintah Indonesia sepertinya terlihat proaktif membicarakan permasalahan ini. Entah ada agenda settingan macam apa yang mungkin dilatar belakangi oleh segelintir pihak sampai isu LGBT yang nyatanya sudah ada sejak zaman dahulu, tiba-tiba menyeruak.

lgbt mahasiswa

LGBT yang sempat jadi trending di media massa beberapa waktu lalu sepertinya tidak hanya membuat kaum LGBT saja yang merasa cemas. Dalam dimensi pertemanan juga berpengaruh menjadi cenderung lebih kmimin. Sebab kita tau, selama ini ejekan terhadap kaum LGBT sudah menjadi konsumsi sehari-hari dalam persahabatan. Berkat isu LGBT yang berhasil eksis kembali, mungkin bagi beberapa orang akan merasa canggung untuk melontarkan guyonan LGBT ini.

Karena mungkin merasa 'rikuh' dengan mereka yang punya orientasi homoseksual. Banyak orang juga dibuat bingung dengan kontroversi LGBT ini. Di satu sisi, masyarakat terus digiring untuk memahami bahwa LGBT adalah manusia yang hak asasinya harus tetap diperjuangkan.

Di sisi yang lain, para laskar polisi moral terus memaksakan kehendaknya supaya orang-orang menganut nilai-nilai keagamaan dan mengambil posisi melawan perbuatan ini.

Baca juga : Hal yang Perlu Dihindari Oleh Mahasiswa

Di tengah pertarungan sengit aktivis HAM dengan masyarakat agamawan, muncul lagi sisi yang baru. Sisi ilmaih. Dimana pada sisi ini masyarakat dituntut untuk lebih objektif, lebih ilmiah. Sampai bisa menerima kalau jenis kelamin, gender, dan orientasi seksual adalah sesuatu yang memang sudah bawaan dari lahir.

Dari dimensi kehidupan yang lain, aktivitas merantau masih tetap jadi pilihan bagi mereka yang berjiwa petualang. Dilatar-belakangi oleh kaum pekerja maupun mahasiswa yang merantau, mereka akan mencari kost-kostan sebagai tempat berdomisili.

Daftar isi


Isu LGBT mempengaruhi kehidupan kampus


Jadi pada saatnya nanti, isu LGBT juga berpotensi memiliki pengaruh bagi mereka para perantau. Karena mereka pasti akan kesulitan untuk mencari indekos yang sesuai selera mereka. Indekos dengan aturan yang tidak mengekang. Minimal, memungkinkan untuk para perantau menonton film terlarang.

Peraturan yang mimin maksud salah satunya adalah memisahkan antara kost pria dan kost wanita. di kota besar sepertinya jarang ada rumah kost yang boleh diisi orang berbeda kelamin. Hal ini memang bernilai positif, selain menghindari terjadinya aktifitas seks bebas.

Ditambah, pada kost-kost begini juga terdapat larangan lawan jenis masuk atau bertamu pada malam hari. Tanpa dijelaskan, mimin pikir kalian sudah paham kalau peraturan ini bakal mendukung fungsi di atas. Terlepas dari si penghuni kost yang bisa saja indehoy dari luar kost.

Zaman memang akan selalu berubah. Makin lama, makin banyak ibu kost yang bikin aturan-aturan supaya penghuni kostnya berperilaku sesuai dengan pedoman agama. Caranya dengan memasang spanduk besar-besar di depan pintu pagar kostan setiap musim penerimaan calon penghuni baru

Sekarang, di tengah naiknya isu LGBT di media-media nasional, maka ibu kost mau tidak mau harus mulai menyiapkan inovasi mereka dengan menciptakan aturan dan strategi seleksi yang baru terhadap calon penghuni kost.

Para sekelompok angkatan kerja perantauan bakal melalui proses seleksi lebih ketat. Yang dikhawatirkan kalau saja keberadaan LGBT benar-benar dilarang, akan mempersulit orang-orang petualang ini untuk mencari kost.

Alasan


Selain akan melalui tahap pemisahan kost sesuai jenis kelamin, pengawasan tamu lawan jenis, dan identifikasi kolom agama di KTP, apabila larangan LGBT itu benar-benar terjadi maka dalam waktu dekat orang-orang petualang tersebut akan melalui proses seleksi.

Seleksi untuk membuktikan kalau mereka benar-benar suka lawan jenis. Ini untuk kepentingan menjaga nama baik pemilik kost agar kostnya terhindar dari isu LGBT. Sebab, dengan adanya LGBT ini si ibu sadar kalau adegan indehoy masih bisa dilakukan meski isi rumah kostnya di isi orang-orang yang bentuk kelaminnya sama.


Kesimpulan


Menurut mimin baik pemerintah, pemuka agama, para peneliti, psikolog dan pemegang keputusan kampus harus duduk bersama membahas solusi terbaik terhadap isu LGBT tersebut. jangan sampai karena keputusan sepihak yang tidak berdasarkan atas permasalahan di lapangan, membuat pelaku LGBT tidak bisa mendapatkan kesempatan yang sama dalam hal pendidikan.

Baca juga : Tips Perencanaan Keuangan Bagi Mahasiswa

LGBT sendiri memang dalam agama dan norma sosial ketimuran adalah terlarang, namun bukan berarti pelakunya dihakimi massa, diberikan pelarangan terhadap akses pendidikan. Menjadi tugas kita untuk mengarahkan dan memberikan masukan yang bersifat positif dan membangun kepada mereka.

Demikian artikel mengenai LGBT di Indonesia, Bagaimana Pengaruh LGBT Terhadap Mahasiswa kali ini, semoga bermanfaat bagi kalian, Jangan lupa share dan komentar dibawah ini. Terimakasih sudah berkunjung di kosngosan ya.
By

0 Response to "Pengaruh LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual and Transgender) Terhadap Kehidupan Mahasiswa di Indonesia"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel