3+ Penyelesaian Persengketaan Bidang Ekonomi Syariah

Saat ini sangat banyak bermunculan lembaga perekonomian, termasuk lembaga perekonomian syariah yang operasionalnya didasarkan kepada prinsip syariah seperti bank syariah dan ada juga PT Syarikat Takaful Indonesia yang bergerak dalam bidang asuransi.

Seperti dalam pelaksanaan ekonomi dan bisnis secara umum, tentu akan ada yang namanya konflik dan perselisihan di antara lembaga atau berbagai pihak. yang menjadi pertanyaan nya adalah lembaga mana yang berhak untuk menyelesaikan persengketaan tersebut?

Dalam sejarahnya Islam memiliki tiga kekuasaan yang berhak untuk menyelesaikan Segala persoalan perekonomian umat, yang pertama disebut dengan kekuasaan Al-qadla, yang menyelesaikan masalah keperdataan termasuk masalah hukum keluarga. ada juga kekuasaan Al-hisbah.

konflik lembaga syariah

Baca juga : Produk Investasi Deposito Syariah Berjangka Tanpa Suku Bunga Riba

Alhisbah yaitu lembaga yang khusus menangani dan menyelesaikan masalah yang ringan dan tidak memerlukan proses peradilan. serta kekuasaan terakhir yang disebut Al-madzalim, yang khusus untuk memberikan pembelaan terhadap sikap semena-mena penguasa negara, biasanya juga mengatasi persoalan KKN

Lalu ada berapa cara solusi dalam mengatasi konflik dan persengketaan ekonomi syariah? kali ini kita akan membahasnya dibawah ini.

Perdamaian (Ash-shulhu)


Dalam metode perdamaian ada dua pihak yang mengalami persengketaan. kemudian pihak pertama sepakat untuk saling melepaskan sebagian dari tuntutannya Hal ini bertujuan untuk menghilangkan persengketaan.

Masing-masing pihak yang mengadakan perdamaian disebut dengan mushalih, sedangkan perkara yang diperselisihkan disebut dengan mushalih'anhu serta upaya salah satu pihak terhadap pihak lain untuk mengakhiri atau menyelesaikan persengketaan dinamakan dengan mushalih' alaihi.

Arbitrase (Tahkim)


Arbitrase bisa diartikan menjadikan seseorang sebagai pencegah suatu sengketa. istilahnya dalam Islam adalah tahkim, yaitu pemutusan suatu persengketaan oleh seseorang atau beberapa orang yg tunjuk oleh beberapa pihak yang bersengketa di luar Hakim atau pengadilan.

Tahkim bisa juga berarti sebagai bersandarnya dua orang yang bersengketa kepada seseorang yang mereka rindu itu putusannya untuk menyelesaikan masalah. lembaga arbitrase sudah dikenal sebelum Islam, dan Islam juga menggunakan ya pada zaman Nabi Muhammad.

Nabi Muhammad sendiri sering menjadi mediator dalam berbagai persengketaan yang terjadi baik yang ada di kota Mekkah maupun di kota Madinah. sering juga mediator ditunjuk dari kalangan sahabat dan menjalankan tugasnya tetap berpedoman kepada al-quran dan Hadits.

Peradilan (Al qadha)


Al qadha memiliki definisi memutuskan atau menetapkan. istilah yang lebih lengkap yaitu mengacu pada menetapkan hukum syara pada suatu peristiwa atau persengketaan untuk menyelesaikannya secara adil dan mengikat.

Orang yang diberi kekuasaan untuk menyelesaikan perkara di pengadilan disebut dengan hakim atau qadhi. Ini adalah cara terakhir apabila sengketa tidak bisa diselesaikan melalui perdamaian ataupun arbitrase.

Pengadilan syariah dalam konteks ekonomi diatur oleh lembaga peradilan agama. dalam undang-undang nomor 3 tahun 2006 mengenai peradilan agama, menyimpulkan bahwa tugas dan wewenang peradilan agama itu adalah memeriksa, memutus dan menyelesaikan perkara tertentu bagi orang yang beragama Islam dalam bidang perkawinan, wasiat, waris, hibah, wakaf, zakat, infaq, sodaqoh dan segala yang berkaitan dengan ekonomi syariah.

Kamu juga bisa menonton video yang sudah mimin berikan dibawah ini :



Baca juga : 10 Mata Kuliah Wajib Jurusan Ekonomi Syariah yang Harus Kamu Ambil

Demikian pembahasan materi dari kosngosan mengenai jenis jenis penyelesaian persengketaan di bidang ekonomi syariah, semoga bisa menambah pengetahuan dan referensi kalian. Jangan lupa share materi ini di media sosial kalian, terimakasih sudah bekunjung, berikan juga komentar kalian dibawah ya.
By

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel