Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

15 Contoh Game Ice Breaking SD, SMP dan SMA di Sekolah

Ice breaking activities adalah istilah yang jika diartikan secara bahasa artinya memecah es. Namun apabila diartikan secara harfiah, ice breaking adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk memberikan konsentrasi, mengatasi kejenuhan dan kebutuhan suasana suatu pertemuan.

Dalam hal ini, ice breaking activities bisa dilakukan di sela-sela kegiatan proses belajar mengajar di kelas baik secara online, offline, indoor dan outdoor, supaya pembelajaran tidak monoton dan murid cepat bosan terhadap pelajaran.

Guru dan murid yang melakukan game ice breaking activities, akan tercairkan suasana belajarnya dan menciptakan kondisi belajar yang menyenangkan nyaman dan membuat murid menjadi termotivasi dan dapat menyerap pelajaran secara maksimal.

Sebenarnya ice breaking ini sering dilakukan di kegiatan outdoor atau luar ruangan, karena memang membutuhkan aktivitas fisik. Namun kamu juga bisa melakukan game ini secara indoor, atau di dalam ruangan seperti dalam kelas dengan beberapa contoh kegiatan yang kreatif.

Mengapa game ice breaking cukup penting untuk mencairkan suasana? Karena ketika otak terus terusan dipaksa untuk belajar, akan mengalami titik jenuh dimana pikiran akan mulai merasa suntuk, stuck dan tidak maksimal lagi menerima pelajaran.

Dengan adanya intermezzo mengadakan game ini, maka diharapkan kemampuan siswa dalam memahami materi juga di charge kembali, seperti smartphone yang diisi daya.

Baca juga : Contoh Kegiatan Positif Saat Jam Istirahat


Games Ice Breaking Indoor dan Outdoor

game ice breaking online

Buat para guru yang sering bingung hendak melakukan ice breaking seperti apa yang tepat di kelas bisa melihat beberapa contoh yang akan kosngosan berikan dibawah ini :

Game Ice Breaking SD


Dalam permainan ice breaking untuk tingkat sekolah dasar, perlu diadakan denga kegiatan yang lebih mengedepankan gerakan aktif, tanpa mengandung konsep yang sulit dan membutuhkan nalar atau pemikiran. 

Karena anak anak masih dalam tahap belajar sambil bermain, maka lebih baik mengadakan permainan yang mengandalkan gerakan, sesuatu yang lucu dan mengundang gelak tawa seperti dibawah ini :

1. Game Perkenalan Tanpa Kata


Kegiatan ini sangat tepat dilakukan tahun ajaran baru berlangsung. Karena masing-masing anak masih belum mengenali teman-teman sekelasnya. Adapun peralatan yang diperlukan adalah kertas kosong, spidol dan selotip

Nah beberapa langkah yang perlu dilakukan adalah :

  • Membagi peserta didik menjadi berpasangan satu sama lainnya
  • Memberitahu bahwa tujuan dari game ini merupakan bentuk perkenalan pada nama benda benda tanpa menggunakan kata. Anak didik bisa menggunakan gambar, gerakan tubuh, simbol, sinyal, tanpa menggunakan suara dan kata. 
  • Apabila dibutuhkan mereka bisa memberikan petunjuk seperti menunjuk kepala dan sekolah untuk memberi tahu tentang kepala sekolah, lari di tempat untuk joging dan sebagainya
  • Memberikan kesempatan pada setiap anak untuk sesi "memperkenalkan tanpa kata" pada pasangannya selama 3 menit. Kemudian partner menebak apa yang diperkenalkan oleh rekannya tersebut.
  • Lalu meminta setiap orang untuk mengatakan apa sebenarnya yang ingin mereka perkenalkan kepada pasangannya


2. Game Menulis Nama


Perkenalan, kegiatan lain yang bisa menambah keakraban murid di dalam kelas adalah dengan mengadakan game menulis nama. 

Jadi bahan-bahan yang perlu sobat kosngosan persiapkan yang bersama yaitu kertas isolatif dan spidol. Yang perlu dilakukan diantaranya :

  • Meminta setiap peserta didik untuk menuliskan namanya di kartu nama, kemudian lengketkan kartu tersebut di baju yang dapat terlihat peserta lain.
  • Meminta mereka untuk membentuk lingkaran.
  • Memberi mereka waktu dalam mengingat nama peserta lain yang ada di lingkaran.
  • Saat waktu sudah berakhir, peserta harus melepaskan kartu namanya, dan memutar seluruh kartu nama searah jarum jam atau berlawanan secara keseluruhan
  • Dan kini peserta didik memegang kartu nama peserta lain. 
  • Mereka memiliki waktu 10 detik untuk menemukan orang yang sesuai dengan kartu yang dimilikinya.
  • Setelah 10 detik pertama, peserta didik yang masih memegang kartu nama yang lain dihukum ke tengah lingkaran. 
  • Hukumannya adalah mereka harus menemukan pemilik kartu namanya yang sebenarnya. Pada kesempatan kali ini anakdidik yang dihukum dibantu oleh yang lainnya.
  • Kamu bisa mengulangi langkah nya hingga semua anak didik saling kenal satu sama lain.


3. Game Pindah Cincin


Ketika suasana belajar menjadi hening, dan murid juga banyak yang mengalami ngantuk dan tidak fokus lagi untuk belajar, 

maka guru bisa mengadakan game pindah cincin yang membutuhkan peralatan sederhana yaitu satu peserta didik 1 pensil atau pena Dan beberapa cincin. Adapun yang dilakukan adalah sebagai berikut :


  • Meminta anak didik berbaris dalam dua baris berhadapan satu sama lain. Jumlah mereka pada setiap baris harus sama
  • Kemudian semua anak didik menempatkan pencil di mulut mereka masing masing
  • Orang pertama pada barisan menempatkan cincin di pensilnya.
  • Rapatkan mulut untuk menjaga pensil supaya kokoh memegang cincin tidak jatuh dan secara cepat memindahkan cincin yang ada di pensilnya ke pensil orang dibelakarang dibarisan-nya. 
  • Aturannya adalah memindahkan cincin tidak boleh menggunakan tangan, namun harus dari pensil ke pensil.
  • Apabila cincin jatuh, maka harus diulang dari orang pertama di barisnya.
  • Barisan yang menang adalah yang pertama bisa memindahkan cincin pada semua orang di barisan-nya


4. Game Kalau Kau


Game ini diambil dari lagu anak-anak. Kalau dahulu sobat kosngosan pernah ikut pramuka, pasti tahu lagu ini karena termasuk salah satu lagu yang sering dinyanyikan. Apalagi jika dalam suasana Lomba Tingkat (LT) atau Jambore.

Lagunya punya lirik seperti ini :

"Kalau kau (diisi identitas group) tepuk tangan (plok plok plok) Kalau kau tepuk pundak (olok plok plo' ) Kalau kau ayo kita lakukan, kalau kau jentik jari (tik ) Kalau kau hentak bumi (bruk bruk bruk) Kalau kau tepuk paha (plok plok plok) Kalau kau ayo kita lakukan, kalau kau semuanya (plok plok plok, plok plok plok, tik tik, bruk bruk bruk, plok plok plok)"

Setelah guru memberi contoh kemudian mintalah anak didik melakukannya secara bersama-sama. Bagilah tugas kepada masing-masing kelompok untuk membuat gerakan sendiri yang berbada dengan gerakan yang telah dicontohkan. 

Hal Ini bertujuan supaya dalam aktivitas pelatihan ini tidak monoton dan anak didik terpacu untuk memberikan yang terbaik dari timnya.

Bagilah waktu penampilan kelompok dengan jeda setiap habis istirahat, yang mana salah satu kelompok akan mendapatkan kesempatan untuk memimpin kelas dengan gerakan yang dibuat oleh kelompoknya. 

Dengan cara ini, kelompok berikutnya yang akan maju otomatis akan menyajikan gerakan kelompok yang berbeda dan lebih baik dibanding kelompok yang telah tampil terlebih dahulu.
 

5. Game Tebak Kunci


sobat kosngośan bisa menjelaskan detail dari permainan ini. Jadi setiap kelompok memiliki tugas cuma satu, yaitu menebak siapa di antara anggota kelompok lawan yang membawa "Kunci Rahasia". 

Caranya setelah kelompok dibagi dengan anggota per 3 orang. Setiap kelompok diminta berhadapan, saling tatap, dan boleh saling melemparkan kalimat seperti saat petinju akan bertanding.

Seperti Tim A berhadapan dengan Tim B. Tim A lalu diminta menulis nama seorang anggotanya di kertas yang memegang kunci rahasia tersebut. 

Kertas ini kemudian diserahkan kepada guru. Tim B lalu diminta untuk menebak siapa yang namanya ditulis di dalam kertas.

Apabila tebakan Tim B benar, maka nama tim A yang ditulis di dalam kertas harus menjadi anggota tim B. Tetapi jika tebakannya salah, maka Tim A berhak memilih seorang anggota Tim B untuk diminta menjadi anggotanya. 

Sebelum menjawab, Tim B mendapatkan waktu 1 menit untuk berdiskusi. Tidak ada tanya jawab antara kedua tim. Mudah bukan?


Game Ice Breaking SMP


Untuk tingkat sekolah menengah pertama, kegiatan ice breaking sudah lebih mengedepankan konsep yang berbeda dari sebelumnya. 

Lebih mengandalkan pemikiran dan nalar untuk memecahkan teka teki, mengadakan tebak tebakan, kuiz atau puzzle yang merangsang daya analitis pelajar. 

Namun perlu dipilih jangan terlalu sulit, karena tujuan dari kegiatan ini hanya sebatas selingan saja. beberapa contoh ice breaking yang cocok untuk anak smp seperti berikut :


1. Game Sambung Kata


Jenis permainan ini banyak sekali dilakukan oleh anak-anak. Manfaatnya memberikan daya analisis kepada peserta didik dalam memikirkan kata apa saja yang akan disandingkan dengan kata sebelumnya. 

Tidak ada perlengkapan yang dibutuhkan, para peserta didik cukup melakukan langkah-langkah berikut :

  • Meminta peserta didik membentuk sebuah lingkaran
  • Peserta didik hanya boleh menyebutkan satu kata yang nantinya akan dilanjutkan oleh teman sebelahnya
  • Guru memulai permainan dengan memberikan satu kata lalu menunjuk peserta untuk meneruskannya
  • Saat anak didik mengatakan kata yang "tidak nyambung" maka dia gugur
  • Anak didik tidak boleh menjawab lebih dari 2 detik
  • Anak didik yang gugur harus keluar dari lingkaran
  • Game ini terus berjalan melingkar hingga tersisa 1 orang sebagai pemenang


2. Game Truth or Dare


Game kejujuran atau berani ini tengah viral di Instagram karena update fitur baru di stories salah satu media sosial terbesar itu. Game ini sebenarnya bisa diterapkan dalam kegiatan kelas yang menyenangkan. 

Dan cocok sekali digunakan untuk melatih perbendaharaan kata dari anak didik, khusus nya tingkat SMP. Yang perlu dipersiapkan adalah botol, kartu dan spidol.

  • Guru mempersiapkan berbagai gambar yang nantinya akan digunakan untuk permainan ini. Gambar gambar tersebut nantinya akan dipakai untuk bahan tebak tebakan
  • Meminta semua anak didik membentuk lingkaran. Permainan ini biasanya dimulai dengan memutar botol, atau guru juga bisa memilih salah satu dari peserta
  • Ketika anak didik disuguhkan dua pilihan, maka dia harus memilih menjawab segala pertanyaan dengan jujur atau harus melakukan apapun yang disuruh untuk menjawab gambar yang ada diatasnya
  • Anak didik dinyatakan sukses apabila dia berhasil menjawab nama dari benda yang digambar di kartu dan diletakkan diatas kepalanya.


3. Game Daftar Benda


Guru meminta anak didik untuk berdiri membentuk lingkaran. Lalu sampaikan tujuannya yaitu setiap orang diminta menyebutkan sebuah benda dalam kategori tertentu dan dilanjutkan dengan orang berikutnya. 

Misalnya, sobat kośngosan memberi instruksi, "Sebutkan benda yang ada di rumah", maka setiap peserta bergantian menyebutkan: kursi, meja, sendok, dan lain-lain.

Untuk menjaga supaya tidak terjadi kesepahaman dalam memainkan game ini, perlu disampaikan beberapa aturan yang berlaku, seperti:

  • Dilarang mengulangi benda yang disebut (fungsinya). Misalnya: A menyebutkan "sapu", maka B tidak boleh "sapu lidi" C tidak boleh "sapu ijuk" karena sama fungsinya. Jadi benda yang dicari harus berbeda.
  • Tentukan juga batasan waktu berpikir, jangan terlalu lama misalnya sekitar 3 detik saja.
  • Tentukan jurinya sebelum game dilakukan



4. Game Turunan Kata


Guru membagi peserta ke dalam beberapa kelompok. Sampaikanlah kepada anak didik bahwa mereka akan bermain game "Turunan Kata" dimana setiap kelompok akan diberikan sebuah kata untuk kemudian di cari turunan katanya. Semakin banyak turunan kata yang terjadi maka semakin besar kemungkinan menangnya.

Contoh: Untuk kata "Perlengkapan", maka turunan katanya antara lain: lengkap, kapan, naga, elang, papan, apa, dll. Sebelum memulai, guru harus menyampaikan di awal beberapa peraturan yang wajib dipatuhi selama memainkan game ini, yaitu :

  • Semua kata turunan yang ditulis tidak boleh merupakan nama orang. Kecuali apabila ada benda yang sudah menggunakan nama itu. Contoh: di kelas ada yang bernama Melati. Maka, turunan kata yang ditulis boleh Melati karena Melati adalah nama bunga. 
  • Tidak boleh berupa singkatan dalam berbagai bentuk dan asosiasinya baik resmi maupun yang berasal dari trend di masyarakat. Misalnya: DPR, MPR, Baper, Perda, PSSI dan lain-lain.
  • Hanya menggunakan bahasa Indonesia yang benar


Bagaimana menentukan kelompok pemenangnya? Pemenang dapat ditentukan dari

  • Jumlah kata yang paling banyak. Semakin banyak kata turunan yang dibuat maka semakin besar kemungkinan menangnya.
  • Setiap kata turunan yang terjadi diberi bobot. Misal: 3 huruf bernilai 10, 4 huruf bernilai 20 dst. Tetapi cara ini lebih lama.


5. Game Meniru Gerakan


Guru meminta anak didik untuk berdiri berhadapan dan berpasang-pasangan. Lalu sampaikan bahwa tujuan game ini adalah meniru gerakan teman yang ada dihadapannya. 

Sampaikan bahwa guru hanya akan memberikan instruksi 1, 2, 1, 2. Karena itu, sebelum permainan ini dimulai, anak didik wajib menentukan diri dan pasangannya siapa yang menjadi 1 dan siapa yang menjadi 2.

Kemudian sobat kósngosan menyampaikan bahwa ketika menyebut "1" maka siswa dengan kode "1" wajib membuat gerakan dan "2" sesegera menirukan gerakan "1". Demikian pula sebaliknya, jika sobat menyebut angka "2" maka "2" wajib membuat gerakan dan "1" wajib mengikuti gerakan "2".

Pemenangnya adalah yang paling sedikit membuat kesalahan saat menirukan gerakan pasangannya. Apabila perlu, tentukanlah tema gerakan yang diperbolehkan dan yang tidak diperbolehkan terlebih dahulu.


Game Ice Breaking SMA


Tahapan sekolah menengah atas dan kejuruan lebih matang lagi. Kegiatan ice breaking nya lebih mengandalkan konsep pelajaran yang dikemas dalam permainan. 

Misalnya tebak tebakan truth or dare yang materinya tentang biologi, fisika atau kimia. Mengadakan cerdas cermat atau lomba pidato dadakan. Beberapa jenis ice breaking yang cocok untuk anak sma diantaranya sebagai berikut :


1. Game Depan Belakang


Nah game ini sangat cocok untuk anak SMA di mana mereka bisa mengetahui betapa pentingnya komunikasi dengan tatap muka. 

Tidak ada peralatan yang dibutuhkan dalam game ini, hanya diperlukan bantuan dari peserta didik secara berkelompok. Yang perlu dilakukan oleh setiap anggota kelas adalah :

  • Meminta setiap anak didik untuk saling berpasangan. Setiap pasangan duduk di kursi. Satu orang dari pasangan harus duduk di belakang pasangannya.
  • Setiap orang yang di depan tidak melihat ke belakang sepanjang latihan dan orang yang duduk di belakang tidak berpindah duduk di depan orang
  • Meminta pasangan untuk berbicara satu sama lain selama 2 menit.
  • Anak didik kembali dalam diskusi, seluruh anak didik mendiskusikan latihan yang baru dilakukan
  • Guru bisa bertanya pada orang yang ada di belakang: ”bagaimana perasaanmu saat mencoba berbicara dengan temanmu?”
  • Kemudian bertanya pada orang yang di depan ”Bagaimana perasaanmu dalam menjawab pembicaraan teman sobat kósngosan yang di belakang?”


2. Game Bicara Unik


Guru menyampaikan bahwa anak didik akan mengobrol tetapi dengan awalan huruf yang sama. Anak didik dalam posisi berhadapan - saling berpasangan. Contoh: Amir berpasangan dengan Joko. Lalu memilih huruf A sebagai awalan tiap obrolan.

Maka Amir dapat memulai kalimat sebagai berikut:

Amir : Apa kabar Joko? Lama kita tidak ketemu
Joko : Aku baik kabarnya. Kamu sekarang tinggal dimana?
Amir : Aku sekarang tinggal di Bandung, aku kerja di sana.
Joko : Alangkah baiknya kalau kita ngobrol-ngobrol lagi
Amir : Asik juga tu kalau bisa ngobrol-ngobrol lagi
Joko : Akan aku hubungi lagi kamu ya.
dan seterusnya.

Apabila dalam 5 detik lawan bicara gagal menjawab atau melanjutkan pembicaraan, maka dia dianggap kalah. Dan pemenang akan mendapatkan hadiah atau maju ke babak selanjutnya. Game ini berguna untuk melatih fokus, kemampuan public speaking dan kepercayaan diri berbicara


3. Game Tarzan


Guru membagi siswa menjadi dua kelompok besar. Jadi setiap anak didik dari grup A akan berhadapan dengan peserta dari grup B. 

Apabila anak didik jumlahnya ganjil, maka sobat kosngosan bisa juga ikut bermain dalam game ini sehingga jumlahnya genap.

Aturan mainnya adalah sebagai berikut :

  • Ini adalah game kelompok. Walaupun masing-masing orang berhadapan, namun semua gerakan yang dilakukan anggota kelompok harus sama. Apabila ada yang tidak sama akan di diskualifikasi.
  • Dilakukan 3 kali suit. Setiap memulai suit akan diberikan waktu 3 menit untuk berunding di kelompoknya. 
  • Setiap peserta saling berhadapan punggung sebelum game di mulai. Begitu ada aba-aba 1... 2... 3... mulai! maka mereka secara serentak melompat sambil berbalik badan dan melakukan gerakan yang di pilih oleh kelompoknya. Gerakan apa saja yang bisa digunakan?


a. Gerakan Tarzan yaitu memukul dada sambil menirukan suara Tarzan "Aaauuu00000..."
b. Gerakan Macan yaitu tangan diposisi mencengkeram dan dihadapkan ke orang yang ada di depannya sambil menirukan suara macan "Auuummm..."
c. Gerakan Jane yaitu tangan diposisi melambai dan dihadapkan ke lawan yang ada di depannya sambil berkata "Haaaiiii..."

Penentuan siapa pemenangnya adalah Tarzan menang melawan macan, Macan menang melawan Jane dan Jane menang melawan Tarzan.


4. Game Formasi Barisan


Guru menjelaskan bahwa selain diminta untuk membuat formasi, jumlah peserta didik harus sesuai dengan rumus yaitu : sudut x jumlah orang

Misalnya apabila guru menyebutkan "Formasi 4 x 4", maka siswa harus membentuk formasi 4 sudut dengan anggotanya 4 orang. Atau apabila guru menyebutkan "Formasi 3 x 3" maka siswa harus membentuk formasi 3 sudut dan 3 orang.

Gunakan alat peluit sebagai penanda pergantian formasi. Untuk tiap formasi berikan waktu kira-kira waktu 10-20 detik. Apabila ada siswa yang tidak mendapatkan posisi sudut maka orang tersebut bisa ditempatkan di tengah formasi.
 

5. Game Jawaban Salah


Permainan ini meminta siswa untuk memberi jawaban salah dari pertanyaan yang diajukan oleh guru. Setelah itu, siswa diminta membuat kalimat dengan jawaban yang telah diberikannya sebagai kata pertama dalam kalimat.

Kalimat pertama datang dari sobat kosngósan, misalnya "Sama seperti dengan hari yang lain, hari ini saya menulis dengan ...." maka siswa kedua wajib melengkapi kalimat tersebut dengan jawaban yang salah. Seperti, "garpu"

Kalimat berikutnya yang harus dibuat oleh siswa yang baru saja menjawab adalah dengan dimulai dengan kata "Garpu" yaitu misalnya "Garpu selalu saya gunakan untuk...."

Peserta berikut harus menjawab pertanyaan ini, seperti "minum" kalimat berikutnya misalnya "Minum jus buah sudah menjadi kebiasaan yang saya lakukan supaya..." dan begitu seterusnya sehingga semua peserta mendapatkan giliran untuk melengkapi kalimat yang diajukan.

Baca juga : Tips Belajar Kelompok yang Menyenangkan

Kata Penutup


Ice breaking adalah kegiatan yang harusnya menyenangkan dan bisa mencairkan suasana. Pilihlah jenis permainan yang mudah dimengerti dan dilakukan oleh murid di dalam kelas. Usahakan interaksi antar murid bisa berlangsung sempurna

Semoga materi dan contoh ice breaking di atas bisa bermanfaat buat teman teman kosngosan sekalian. Jangan lupa untuk menekan tombol share dan membagikan artikel ini di media sosial kalian masing-masing ya
Reza Harahap
Reza Harahap Reza Harahap adalah owner kosngosan. Suka belajar bisnis, finansial, ekonomi, pendidikan dan pekerjaan. Sembari membagikan ide usaha untuk entrepreneur. Blog ini berisi rencana bisnis, strategi investasi, persiapan keuangan dan lainnya