Pengertian Kecerdasan Emosi, Contoh dan Fungsi Emotional Intelligence

Apa itu kecerdasan emosi? Kecerdasan Emosi atau bahasa bekennya "Emotional Intelligence" adalah suatu kemampuan yang dimiliki oleh manusia dalam rangka untuk mengendalikan memahami dan menguasai emosi dalam diri sendiri serta orang lain, dan memanfaatkan kemampuan tersebut sebagai landasan untuk bertindak dan berpikir. EQ adalah kecerdasan lain yang dimiliki manusia selain IQ (Kecerdasan Inteligensi). Dan kali ini kosngosan akan mencoba membahas sedikit mengenai EQ untuk kalian. Mari simak pembahasannya di bawah ini

defenisi kecerdasan emosional

Ada banyak sekali contoh kecerdasan emosional yang bisa kita ambil dari kehidupan sehari hari, seperti misalnya kemampuan seorang anak dalam bersosialisasi di tengah masyarakat yang baru dia kenali. Anak tersebut memiliki banyak teman baru dan dia mampu menjadi seorang pemimpin di antara kelompok teman-temannya, serta bisa mempengaruhi mereka untuk melakukan sesuatu.

Atau kemampuan seorang sales marketing dalam menjual produk Asuransi miliknya. Dia menggunakan kecerdasan emosinya kepada calon nasabah, mendekati nasabah dengan cara yang emosional serta seolah memberikan nasabah solusi atas permasalahannya selama ini.

Nah dari contoh diatas bisa kita ambil kesimpulan bahwa kemampuan akan mengendalikan emosi, dan tahu cara untuk memanfaatkannya, adalah manfaat lain dari kecerdasan emosi. Tidak hanya orang-orang yang bersifat ekstrovert, ada juga orang yang bersifat introvert memiliki kecerdasan emosional tinggi.

Sobat kosngosan perlu mengetahui mengenai beberapa komponen utama yang bisa mempengaruhi kecerdasan emosional kita, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :


  • Memotivasi diri sendiri
  • Mengetahui emosi sendiri
  • Mengelola emosi sendiri
  • Menghargai emosi orang lain
  • Menjalin kerjasama

Perlu juga diketahui bahwa EQ ini tidak bersifat statis, artinya selalu berubah dari waktu ke waktu dipengaruhi oleh berbagai faktor ekstrenal dan internal individu tersebut. Kecerdasan emosional bisa dipengaruhi oleh lingkungan, keluarga, motivasi dan lainnya.

Walaupun kemampuan EQ bisa berubah ubah, ini bukanlah kebalikan atau invers dari keterampilan IQ atau keterampilan kognitif. Sebaliknya, keduanya malah saling berinteraksi secara dinamis pada level konseptual atau dalam dunia nyata. EQ tidak dipengaruhi oleh faktor keturunan atau sesuatu yang bersifat biologis.

Baca juga : Apa itu Belajar dan Pembelajaran? Berikut Teori dan Hakikatnya


Pengertian Kecerdasan Emosi Menurut Ahli


Thordike berpendapat EQ adalah kemampuan untuk memahami dan mengatur orang lain untuk bertindak bijaksana dalam menjalin hubungan, meliputi kecerdasan interpersonal dan kecerdasan intrapersonal. Kecerdasan interprersonal adalah kecerdasan untuk kemampuan untuk memahami orang lain, sedangkan kecerdasan intrapersonal adalah kemampuan mengelola diri sendiri

Salovey dan Mayer, ahli pertama yang mengemukakan konsep EQ berpendapat bahwa kecerdasan emosional merupakan kemampuan untuk memahami perasaan diri sendiri, untuk berempati terhadap perasaan orang lain dan untuk mengatur emosi, yang secara bersama berperan dalam peningkatan taraf hidup seseorang.

EQ ini berupa himpunan bagian dari kecerdasan sosial yang melibatkan kemampuan memantau perasaan sosial yang melibatkan kemampuan pada orang lain, memilah-milah semuanya dan menggunakan informasi ini untuk membimbing pikiran dan tindakan

Hein berpendapat bahwa EQ merupakan suatu bentuk kecerdasan yang berkaitan dengan sisi kehidupan emosi, seperti kemampuan untuk menghargai dan mengelola emosi diri dan orang lain, untuk memotivasi diri seseorang dan mengekang impuls, dan untuk mengatasi hubungan interpersonal secara efektif


Goleman berpendapat EQ merupakan kemampuan dalam mengatur kehidupan emosinya dengan inteligensi (to manage ouremotional life with intelligence); menjaga keselarasan emosi dan pengungkapannya (the appropriateness of emotion and its expression) melalui keterampilan kesadaran diri, pengendalian diri, motivasi diri, empati dan keterampilan sosial


Patton berpendapat EQ sebagai kemampuan untuk mengetahui emosi secara efektif guna mencapai tujuan, dan membangun hubungan yang produktif dan dapat meraih keberhasilan

Bar-On berpendapat bahwa EQ adalah suatu rangkaian emosi, pengetahuan emosi dan kemampuan-kemampuan yang mempengaruhi kemampuan keseluruhan individu untuk mengatasi masalah tuntutan lingkungan secara efektif.


Fungsi Kecerdasan Emosi


Ketika seseorang memiliki kecerdasan emosional yang cukup tinggi, maka orang tersebut akan memiliki beberapa kelebihan dibandingkan orang lain yaitu sebagai berikut :

Menyelesaikan masalah dengan pikiran dan perasaan

Terkadang dalam menyelesaikan masalah tidak hanya membutuhkan data dan logika, tetapi juga harus membutuhkan kecerdasan emosional yang tinggi untuk memutuskan mana yang terbaik

Memiliki tingkat kesadaran diri yang baik

Seseorang yang memiliki emosional question yang baik dia akan cenderung memiliki tingkat kesadaran diri di atas rata-rata

Memiliki kemampuan manajemen diri yang kuat

Manajemen adalah seni mengelola sesuatu, dan bagi orang yang memiliki kecerdasan emosional tinggi mereka dapat mengelola dan mengatur segala sesuatu yang berkaitan dengan dirinya

Berpotensi menjadi seorang pemimpin yang baik

Tentu saja seorang pemimpin harus bisa mengayomi sesuatu yang dipimpinnya. Orang-orang yang memiliki kecerdasan emosional tinggi layak untuk menjadi pemimpin karena mereka bisa memutuskan segala hal sesuai dengan pertimbangan yang matang

Memiliki rasa empati

Rasa empati dan simpati yang tinggi didapatkan dari seseorang yang memiliki kecerdasan emosi yang tinggi. Mereka akan lebih mengerti mengenai permasalahan seseorang dan ikut mencarikan solusinya

Mampu Mengelola suasana hati

Sama halnya dengan kemampuan manajemen sebelumnya orang-orang ini juga bisa mengelola suasana hati, atau menjaga mood nya tetap baik

Mampu Memotivasi diri

Salah satu kemampuan terbesar dari orang yang memiliki kecerdasan emosi tinggi adalah dengan bisa memotivasi dirinya secara internal, karena ini adalah salah satu bentuk motivasi yang paling berpengaruh dalam diri

Memiliki banyak kosakata emosional

Kosakata atau vocabulary sangat diperlukan bagi seorang yang bekerja di bidang front-end. Sehingga orang-orang memiliki kecerdasan emosi yang tinggi sangat cocok untuk mengolah kata menjadi menarik

Penasaran terhadap orang yang tak dikenal

Orang-orang yang berinteligensi emosi tinggi, cenderung untuk bersifat ekstrovert dan supel untuk mengenal orang-orang baru yang belum dia ketahui

Tidak takut pada perubahan

Perubahan memang tidak selalu membawa manfaat. Terdapat perubahan yang bersifat positif maupun negatif. Namun orang-orang yang memiliki kecerdasan emosi tinggi mereka antusias terhadap perubahan dan selalu bersifat dinamis

Tahu kekuatan dan kelemahan dirinya

Orang yang paling mengerti tentang dirinya sendiri dan mengetahui mengenai kelemahan dan kelebihannya adalah mereka yang punya kecerdasan emosi tinggi

Tak mau menyinggung dan menaruh dendam

Karena orang-orang ini sangat supel dan ramah, maka Mereka cenderung tidak mau berbuat menyinggung perasaan orang lain dan menaruh dendam lama-lama terhadap orang yang menyakitinya

Mampu mengendalikan diri

Pengendalian diri merupakan salah satu bentuk dari manajemen internal yang dimiliki oleh orang-orang ber EQ Tinggi

Menjauhkan pikiran negatif

Pikiran negatif hanya akan merusak diri sendiri. Sehingga orang-orang yang ber EQ tinggi akan dengan senang hati bisa membuang pikiran tersebut dan membangun pola pikir yang positif

Mampu menghadapi orang yang bersifat buruk

Seperti hal yang sudah dijelaskan sebelumnya mengenai kemampuan orang ini untuk bersosialisasi dengan baik kepada orang baru, maka orang-orang dengan kecerdasan emosi tinggi juga bisa menghadapi orang yang bersifat negatif dan menetralisirnya

Tak mencari kesempurnaan

Terakhir orang-orang yang memiliki kecerdasan emosi tinggi, tidak selalu mencari sisi kesempurnaan dalam hidupnya, tetapi lebih mempertimbangkan manfaat yang didapat untuk dirinya dan orang-orang sekitarnya


Contoh Kecerdasan Emosi


Setelah mengetahui pengertian dan fungsi dari kecerdasan emosional, maka kamu juga perlu untuk mengetahui contoh penerapan dari kecerdasan emosional dalam kehidupan sehari-hari yaitu sebagai berikut :

Saat bertemu teman di sekolah atau perguruan tinggi dan saling menyapa. Saat menyapa, pasti kita harus memperlihatkan ekspresi yang ceria dan senyum yang simetris sehingga tidak terkesan terpaksa menyapanya dan tidak menyakiti hati teman yang kita sapa

Mengajak teman-teman kita ikut berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan sosial, seperti mengunjungi panti asuhan dan ikut prihatin dengan keadaan anak-anak yatim piatu tersebut

Reza yang membiasakan dirinya untuk mengahargai dan menghormati setiap orang baik yang lebih tua maupun yang lebih muda darinya

Suci yang menanamkan dalam dirinya sendiri bahwa ketika berada di lingkungan pendidikan, lingkungan keluarga dan sosial kemasyarakatan untuk tetap menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya

Para guru sepakat memasukkan pendidikan karakter dalam kurikulum pendidikan di sekolah

Sinta masuk OSIS dan Seno masuk BEM supaya bisa memupuk dan mengembangkan jiwa-jiwa kepemimpinan mereka sejak dini. Selain berorganisasi, mereka juga akan belajar menjadi pemimpin bagi diri sendiri dan mengatur segala hal lebih disiplin dan terjadwal

Baca juga : Rahasia Memilih Pekerjaan Sesuai dengan Pendidikan


Kata Penutup


Orang-orang yang memiliki kecerdasan emosi yang tinggi cenderung bergaul dan mudah diterima pada lingkungan yang baru. Mereka juga memanfaatkan kemampuan tersebut untuk berbisnis dan menjalin relasi yang lebih luas.

Semoga materi mengenai emosional intelijen atau kecerdasan emosi yang telah kosngosan berikan diatas, bisa menjadi referensi dan menambah pengetahuan bagi teman-teman sekalian. Silahkan share atau bagikan artikel ini ke sosial media masing-masing untuk memberikan pengetahuan baru kepada teman-temanmu yang lain
By