11 Tips Menjadi Orang Tua Milenial yang Baik dan Benar

Bagaimana cara menjadi orangtua yang baik bagi anak milenial saat ini? Menjadi orangtua yang hebat dan bisa menganyomi putra putri-nya adalah sesuatu yang wajib diketahui oleh Ibu dan Ayah. Terlebih sekarang ini generasi milenial yang melangsungkan pernikahan, seakan minim persiapan dan sering sekali merasakan "gagap asuh" terhadap anak anak mereka yang notabene juga menjadi generasi milenial.

Guru sama halnya dengan orangtua yang mendidik dan mengajari anak anak supaya benar dalam beberapa hal, termasuk dalam hal mendidik di sekolah. Dalam hal ini, menjadi seorang guru tetaplah membuat kamu tidak lupa menjaga prioritas dalam menjaga anak mu di rumah. Apa gunanya memiliki murid-murid yang banyak, menjunjung dan menyayangi dirimu tetapi kamu gagal dalam mendidik anakmu sendiri di rumah?

Daripada berusaha mengubah dunia dengan memengaruhi ribuan orang, lebih baik kami memulai hal besar lainnya dengan menempa anak-anak kami; anak-anak saudara kami sebab kami bahkan tak berniat untuk memiliki anak sendiri­čśů

Kami akan merangkumnya dalam beberapa bagian, hal-hal yang mesti diperhatikan dalam mendidik dan membesarkan seorang anak


Tips Orangtua Milenial


1. Jangan Memperlakukan anak seperti orangtua memperlakukanmu dulu


Disini saja sudah terjadi perbedaan masa dan momen. Jadi jangan pernah untuk menyamakan anak dengan kamu saat dahulu kala. Sobat kosngosan saat ini hidup di zaman berbeda, dan tentu saja kamu tidak bisa membiarkan anak-anak mu untuk mencerna makanan selain susu sebelum dirinya telah berusia 6 bulan seperti yang dilakukan oleh ibu ibu 23 tahun lalu.

Atau contoh lainnya tidak bisa lagi menyembuhkan anak mu dengan bantuan dukun ketika dirinya mengalami demam, tidak bisa memaksakan untuk ikut ke tempat kerja saat dirinya tidak dapat membedakan mana perempuan dan lelaki. Banyak cara dari orangtua terdahulu yang seharusnya kamu lestarikan, tetapu banyak juga cara yang mesti kita tinggalkan karena tidak sesuai dengan zaman saat ini

Baca juga : Tips Ibu Muda Supaya Sukses Mendidik Anak


2. Jangan menjadi orangtua pemalas


Kami terlahir dengan kondisi lingkungan yang masih alami, sebab itu orangtua kami dahulu tidak takut membiarkan kami berkeliaran dalam keadaan tanpa diawasi orang dewasa. Alasannya apa? Karena bekerja. Selain butuh kasih sayang, kami jelas butuh makan.

Tetapi, ironisnya, orangtua sekarang banyak yang membiarkan anaknya karena sibuk dengan medsos dan pergaulannya. Dan untuk mengatasi anak-anak yang bosan dan ingin bermain, mereka justru memberinya gadget.

Kami telah mengalami kecolongan yang pertama, keponakan kami yang tertua mengalami kecanduan game online karena orangtuanya berpikir bahwa ia harus merasakan kemajuan dengan memberinya gadget sedini mungkin.

Jadi, tentu saja salah. Kemajuan tanpa pengawasan hanya akan menghasilkan kebobrokan moral. Siapa yang bisa memastikan dirinya tak akan melakukan hal-hal yang tidak bisa dipikirkan orang dewasa saat bersama gadgetnya? Tidak ada, jelas tidak ada.

Maka dari itu, sebagai sobat kosngosan yang membaca artikel ini, maka jadilah orangtua yang aktif. Saat anak belum bisa bergaul, maka temani ia pergi memancing, mencari cacing, jalan-jalan ke taman, atau bahkan sekadar bermain tanah-tanahan.


3. Jangan mengekang, tapi jangan lepas tangan


Kesalahan terbesar adalah ketika orangtua berpikir saat anak-anaknya bermain bersama kawan maka ia sudah bebas melakukan apa saja. Tidak, anak-anak yang masih dalam masa perkembangan tidak bisa dilepaskan begitu saja.

Dia boleh saja bermain dengan siapa saja, tetapi tetap awasi ia. Saat ia masih balita beranjak usia sekolah dasar, awasi dengan siapa saja ia bermain, lihat apa saja yang ia mainkan, dan yang paling utama, jangan asal menemani tetapi sibuk dengan gadget sendiri.

Saat dirinya lebih besar, tidak apa-apa tidak menemaninya. Tetapi harus ketahui ia bersama siapa dan apa saja yang dilakukannya. Sebab apa yang paling merusak anak dalam peradaban kita? Pergaulan yang tidak benar.


4. Jadilah teman yang setianya


Saat dia pulang sekolah, dekati dia, tanyakan hal apa saja yang ia lewati. Kita tidak bisa menemaninya sepanjang waktu, tetapi dengan bertanya bagaimana harinya berjalan, maka ia akan merasa tetap diperhatikan.

Tetapi selain itu, jangan hanya menjadi teman satu arah. Berikan dia feed back, tidak perlu menjadi penceramah, cukup berikan tanggapan atau nasihat yang tidak terkesan seperti nasihat. Caranya? Ceritakan kembali, pengalaman sobat kosng├│san yang serupa dengan apa yang ia alami dan caramu mengatasinya. Itu akan membuatnya bahagia.


5. Jadilah guru yang baik


Sebagai orangtua yang pedulu akan pendidikan dini terhadap anak, maka ajarkan dirinya untuk melakukan akfitifas seperti menggambar, menulis huruf, membaca, atau sekadar memberinya dongeng-dongeng di kala ia hendak tidur. Kenalkan ia dengan barang-barang, ajak pula ia memahami cara kerjanya (motor contohnya).

Kami, biasanya, akan menggunakan media KBBI yang dilengkapi gambar. Saat anak-anak menemukan gambar yang menarik, kami bisa mudah menjelaskan karena keterangannya tersedia. Selain menjadi alternatif yang gampang ditemukan, juga berat, sehingga tidak mungkin dihilangkan oleh anak-anak

Orangtua kami tidak bisa mengajari kami, maka kami harus berlaku sebaliknya. Orangtua kami adalah seorang buta huruf yang tidak pernah mengenyam pendidikan, maka anak kami akan menjadi intelek sejati yang akan berperan dalam dunia pendidikan


6. Tidak Gagap Teknologi


Seorang ibu atau Ayah yang hidup di zaman globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat seperti saat sekarang ini, tidak akan bisa maksimal dalam mengurus anak apabila tidak mengetahui seperti apa kinerja teknologi itu.

Sebagai orang tua milenial, sobat k├│sngosan juga harus melek terhadap teknologi dan memanfaatkannya untuk kepentingan pendidikan anak. Teknologi bukanlah hal yang harus dihindari tetapi harus dipilih dan dimanfaatkan untuk kepentingan yang lebih baik


7. Selalu Update Ilmu Parenting


Ilmu Parenting atau gaya pengasuhan orang tua selalu berkembang dari waktu ke waktu. Oleh karena itu perlu untuk belajar dan tidak menutup diri dari perkembangan tersebut. Kamu bisa belajar ilmu Parenting langsung dari ahlinya dengan melakukan konsultasi, membaca di internet dan forum, atau mengikuti seminar mengenia parenting


8. Konsultasi Kepada Psikolog Anak


Jangan menjadi orang tua yang egois dan tertutup. Sebagai orang yang perlu belajar bagaimana cara menangani anak yang selalu berkembang dari waktu ke waktu kamu juga harus berkonsultasi dan bertanya mengenai permasalahan mu kepada psikolog anak

Dengan demikian kamu bisa mendapatkan solusi terbaik berdasarkan dari saran yang diberikan oleh psikolog tersebut. Jangan menunggu adanya masalah baru berkonsultasi. Akan tetapi berkonsultasilah secara rutin seperti sekali dalam 6 bulan misalnya


9. Menjaga Quality Time Keluarga


Apa yang membuat orang tua zaman dahulu begitu dicintai? Tentu saja waktu kualitas yang mereka berikan kepada keluarga-nya. Saat ini orangtua milenial terlalu sibuk untuk bekerja, sehingga tidak memiliki quality time yang maksimal bersama keluarga

Oleh karena itu sobat kosngosan harus menjaga quality time bersama keluarga, sehingga hubungan antara anak dan orang tua tidak renggang dan Canggung. Manfaatkan akhir pekan hari Sabtu dan Minggu untuk berlibur. Tidak perlu jauh-jauh yang penting kalian bisa bersama-sama melakukan kegiatan


10. Memberikan Contoh Terbaik


Orang tua adalah contoh terbaik dari anak-anak mereka. Apabila orang tua melakukan sesuatu yang negatif maka anak juga akan mencontohnya.

Oleh karena itu sangat penting bagi orang tua milenial saat ini memberikan contoh terbaik kepada anak-anaknya sehingga mereka apabila di ajarkan kepada kebaikan, mereka bisa langsung menerapkannya dalam kehidupan karena mendapati orang tuanya juga melakukan hal yang sama


11. Mengapresiasi Anak


Anak yang selalu disuruh dan tidak diberikan apresiasi atau penghargaan, nantinya akan lelah dan merasa tidak dihargai lagi. Perlu untuk sobat kosngosan lebih memberikan apresiasi dan menghargai setiap pencapaian anak.

Tidak peduli itu bagus atau jelek, yang penting bagaimana prosesnya anak memperoleh hasil tersebut. Apresiasi tidak hanya berbentuk materi tetapi juga bisa berbentuk ucapan yang mendukung, serta dukungan moril yang dapat memberikan kekuatan kepada anak untuk berkembang

Baca juga : Contoh Sikap Tenggang Rasa di dalam Keluarga


Kesimpulan


Bagi orang tua milenial zaman now yang merasa kesulitan untuk mendidik anak-anaknya, Ingatlah bahwa kalian adalah ujung tombak dari perubahan generasi saat ini. Sehingga peran serta orang tua milenial sangat diperlukan untuk kemajuan sumber daya manusia suatu bangsa, termasuk di Indonesia

Demikian beberapa tips dari kosngosan untuk menjadi orangtua yang baik dan benar di era milenial seperti saat sekarang ini. Semoga bisa menjadi motivasi buat kita untuk selalu berbenah dan memperbaiki diri kearah yang lebih baik. Silahkan bagikan artikel ini ke media sosial supaya teman-teman yang lain juga membacanya
By