11 Solusi Kekerasan pada Anak yang Dilakukan Orang Tua

Apakah kamu pernah mendapat kekerasan fisik dari keluarga dekat? Apabila pernah, sampai berbekas pula Bahkan ketika kamu merasa tidak memiliki kesalahan, terbiasa untuk menerima fakta bahwa memang orangtua tidak berperan sebagai mana mestinya, maka kamu bisa membaca artikel dari kosngosan dibawah ini, semoga bisa membantu dan membuka pola pikir kita untuk lebih bertindak dan mawas diri.

Kekerasan bukanlah sesuatu yang harus didiamkan. Oleh karena itu mimin kosngosan akan memberikan beberapa saran yang semoga bisa membantumu untuk tetap berada di jalan yang positif. Sebagai seorang anak, tentunya kita wajib berbakti kepada orangtua.

Akan tetapi pada suatu kasus orang tua cenderung bersifat toxic atau selalu memberikan pengaruh negatif kepada anak-anaknya. Apabila dibiarkan terlalu lama maka si anak akan tumbuh dalam kekerasan verbal dan fisik yang tentunya akan merusak tubuh dan mental

Banyak sekali dari kita yang merasa tidak berkuasa, terkurung dan tidak mampu untuk menceritakan yang sebenarnya kepada pihak luar tentang apa yang terjadi dalam keluarga. Melalui artikel ini mimin ingin sampaikan bahwa sebagai seorang anak, kita berhak untuk bertindak, memberikan perlawanan dengan cara cerdas, sebagaimana beberapa tips yang akan mimin sampaikan dibawah ini

Baca dulu : Rahasia Menjadi Orang Tua Milenial IDAMAN


Solusi KDRT Anak


solusi kekerasan anak orang tua

1. Belajar cara melindungi diri


Ada banyak sekali kekerasan yang terjadi pada anak dalam keluarga baik itu kekerasan fisik, verbal maupun seksual. Pertama ketika kamu mengalami kekerasan tersebut maka jauh hari sebelumnya kamu juga harus bisa belajar bagaimana cara melindungi diri yang baik.

Sebagai seseorang yang sudah dinilai dewasa dalam pemikiran maka kamu harus memahami setiap perlakuan orang tua yang dinilai wajar atau tidak. Ingat, kamu sudah besar dan sudah seharusnya tahu mana perlakuan yang positif dan negatif itu.


2. Memaksimalkan peran di berbagai tempat


Ada kalanya sobat kosngosan memang mengalami krisis identitas di tengah masyarakat atau di sekolah, misalnya. Sehingga ketika kamu mengalami masalah dalam keluarga kamu tidak bisa mengajukan nya karena tidak memiliki teman yang cukup

Oleh karena itu sangat baik sekali untuk bersosialisasi dan memaksimalkan peran mu di berbagai tempat misalnya di masyarakat, tempat kerja, sekolah, atau kampus. Sehingga kamu bisa memiliki dukungan penuh dari orang-orang yang kamu kenal


3. Belajar ilmu bela diri


Tujuan dari belajar ilmu bela diri adalah untuk membekali diri kita terhadap peristiwa yang tidak diinginkan seperti kekerasan atau pelecehan.

Dengan belajar salah satu teknik bela diri seperti silat, taekwondo, judo, thai jutsu dan sebagainya, diharapkan kamu bisa melindungi diri, dari segala jenis ancaman. Belajarlah ilmu bela diri dengan baik untuk tujuan yang yang mulia bukan untuk pamer dan justru melakukan kekerasan


4. Komunikasi bersama keluarga besar


Sangat penting bagi sobat kosngosan untuk bisa berkomunikasi dan berkonsultasi dengan keluarga besar seperti Paman, Bibi, Nenek atau Kakek. Apabila kamu memiliki keluarga besar yang dekat dari rumah kamu bisa berkonsultasi dan meminta pertolongan mereka

Apabila kekerasan terjadi secara terus-menerus maka sudah seharusnya untuk keluarga besar ikut campur dan menengahi permasalahan yang ada. Namun apabila keluarga besar juga tidak bisa memberikan solusi kamu bisa melanjutkan tips selanjutnya


5. Tetaplah berpikiran positif


Sebab menurut beberapa referensi yang mimin baca, orang-orang yang memiliki gangguan emosional cenderung melakukan hal negatif seperti berteriak, mengumpat, serta merusak barang-barang yang ada di sekitarnya. Itu akan membantunya melepaskan emosi negatif sehingga yang tersisa hanya emosi positif.

Ketika sobat kosngosan sedang tidak bersalah dan kamu mendapat hukuman; kamulah yang harus kasihan terhadap si pemberi hukuman, ia sedang memiliki masalah besar dengan jiwanya.

Barangkali dengan pekerjaan, masalah finansial, masalah saudaramu, atau banyak masalah lain yang mungkin tidak kamu mengerti; mereka hanya sedang ingin melepaskan diri dari tekanan atas masalah itu. Kamu hanya perlu mencari tempat yang jauh untuk sementara, hindari kontak fisik dengan mereka.

Sikap 'menjauh' ini akan membuatmu merasa jauh lebih kuat dan tidak akan marah atasnya, meski tetap sakit juga


6. Pendidikan akhlak dan budi pekerti


Sekalipun kamu mengalami kekerasan dalam rumah bukan berarti kamu lepas kendali dan tidak bisa menjadi orang yang baik lagi. Inilah pentingnya pendidikan akhlak dan budi pekerti yang seharusnya dimiliki oleh orang tua dan anak

Coba intropeksi kembali perbuatan apa yang yang telah kamu lakukan sehingga bisa memantik amarah dari orang tua. Apabila kamu merasa ada permasalahan silakan di komunikasikan lagi. Dan sekali lagi konteksnya di sini adalah kamu harus tetap tidak membalas dengan kekerasan juga, tetapi lebih kepada menghindar dan melakukan komunikasi


7. Membagi masalah akan membantumu


Mimin tidak pernah melakukannya, dahulu. Kamu tidak harus menyimpan semuanya sendirian, dan itu hanya membuat mu semakin merasa tidak dipedulikan. Padahal, masih banyak orang yang peduli.

Tetapi, satu-satunya saran dari mimin kosngosan adalah; berceritalah kepada orang yang tepat! Kepada saudara perempuan, kepada teman lelaki (biasanya mereka adalah pendengar yang baik), dan juga kepada orang yang tidak dikenal.

Ketika kamu bercerita kepada orang yang tidak kamu kenal dan kamu tidak mendapat respon positif, setidaknya kamu tidak akan begitu sakit hati (kamu barangkali akan memahami bahwa mereka tidak mengenal dirimu).

Tetapi bayangkan saja, kamu bercerita tentang cubitan di telingamu kepada seorang yang kamu anggap teman baik yang mengenalmu luar dalam, tetapi dia malah tertawa. Rasanya pasti akan jauh lebih menyakitkan daripada ditikung teman.


8. Tetaplah baik, sebab kamu memang orang baik


Meski sobat kosngosan sudah terlanjur membenci, bencilah sampai menembus batas logika! Benci sebenci-bencinya sampai kamu berjanji untuk tidak mengikuti jejak orang yang menyakitimu. Dia senang memukul? Maka kamu jangan pernah sekalipun memukul! Dia senang berkata kasar? Maka tetaplah berkata santun dan penuh kasih!

Kamu membenci dan sangat dendam tapi membalas dengan cara yang sama dengan dia memperlakukanmu? Itu sangat lemah.

Sebab dendam terbaik adalah dengan tidak mendendam, hihi. Meskipun aku lebih senang melakukannya dengan mengendarai motor dengan kecepatan tidak manusiawi, menghabiskan bensin, pergi sejauh mungkin, kemudian hanya pulang saat ditelepon. Terkadang, membuat mereka sedikit merasa bersalah itu cukup ampuh untuk menghindarkan diri dari kekerasan selanjutnya.


9. Jadikan ini semua Pelajaran


Kamu dikerasi bukan karena kamu dibenci, tetapi karena kamu dicintai. Tanamkan ini baik-baik. Seseorang, apalagi orangtua, terkadang memang akan sedikit melakukan kekerasan untuk memberikan efek jera kepadamu. Agar kamu tetap menjadi baik dan tidak melakukan kesalahan.

Dan alih-alih membenci, kamu harusnya menangis dan memeluk mereka yang melakukan itu padamu. Itu adalah karena mereka sayang padamu. Aku juga ingin melakukannya, tapi aku malu


10. Kalau masih tidak berhenti juga?


It's time to leave! Sudah saatnya kamu mandiri. Sekolah di luar, cari beasiswa. Atau merantau. Kamu tidak bisa terus tinggal selamanya di lingkungan toxic yang terus menekanmu.

Jadikan kemuakan itu sebagai motivasi untuk mencari kehidupan yang lebih baik, yang jauh dari kebergantungan terhadap orangtua.

Ada beberapa cerita, dimana anak yang dulunya sering mendapat kekerasan dalam rumahnya, akan menjadi anak yang paling dirindukan ketika ia tak ada di sana. Sedikit waktu menghilang barangkali akan membuatmu menjadi semakin berharga.

Baca juga : Macam Kejahatan di Masyarakat dan Solusinya


11. Saatnya melapor ke polisi


Ini adalah jalan terakhir apabila kamu memang benar tidak bisa lagi untuk mengikuti tips sebelumnya. Jika kamu sudah mendapatkan perilaku yang tidak manusiawi dan telah merusak kesehatan fisik dan mental mu secara terus-menerus

Kamu bisa melaporkan ke polisi atau memilih untuk melaporkan Komnas perlindungan anak atau komnas HAM. Berdoalah untuk mendapatkan kondisi yang lebih baik dan supaya kamu bisa hidup lebih nyaman dan aman


Kamu bisa unduh Buku Parenting Islami Gratis untuk mendalami tentang bagaimana membina rumah tangga yang baik, tanpa kekerasan. Sehingga tidak ada lagi korban yang muncul karena ketidaktahuan dalam mengelola sebuah keluarga. Download Buku Parenting Islami Gratis Disini


Kata Penutup


Kekerasan bukanlah perbuatan sepele, karena bisa menimbulkan dampak psikologis yang membawa korban ke jurang kematian. Terkadang orang yang mengalami kekerasan tidak langsung menjadi korban secara kasat mata, tetapi ini terakumulasi dan bisa berakibat dan dam dan dilampiaskan kepada pihak yang tidak bersalah

Semoga pembaca kosngosan semua dibalaskan dari perilaku kekerasan dalam rumah tangga baik itu yang dilakukan oleh orang tua atau anak. Hendaknya dalam satu keluarga kita menjunjung tinggi kasih sayang yang dibentuk dari keluarga ideal dan budiman. Demikian pembahasan dari kosngosan, silakan share artikel ini
By

0 Response to "11 Solusi Kekerasan pada Anak yang Dilakukan Orang Tua"

Post a Comment

head ads

inline ads

inline ads 2

bottom ads