Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Teks Diskusi tentang Anti Tawuran Anak Sekolah

Teks diskusi adalah jenis teks yang mengandung dua jenis pendapat yang berbeda terhadap sebuah fenomena atau permasalahan yang terjadi. Biasanya bersifat Pro dan Kontra dalam menanggapi suatu kejadian. Struktur teks dari diskusi ada tiga, yaitu isu, opini dan kesimpulan.

Adapun contoh teks diskusi yang akan kosngosan bahas kali ini adalah mengenai anti tawuran. Pengertian anti tawuran adalah pendapat yang menolak keras adanya tawuran karena sangat merugikan banyak pihak. Tawuran sendiri merupakan salah satu bentuk perkelahian antar geng disekolah yang sering terjadi di masyarakat perkotaan.

Pro dan Kontra mengenai tawuran bisa dijelaskan seperti ini. Pihak yang Pro berpendapat bahwa pelaku tawuran wajar terjadi karena usia mereka masih labil. Mereka tidak bisa dihukum sesuai dengan tindak pidana yang berlaku, karena memandang umur mereka masih dibawah umur.

Sementara pihak yang Kontra akan menuntut adanya hukuman pidana terhadap pelaku tawuran, karena ini merupakan salah satu bentuk aksi kriminal yang bisa membahayakan. Tidak melihat apakah pelakunya masih dibawah umur atau tidak.


Contoh Teks Diskusi Tawuran


teks diskusi pro kontra tawuran

Menurut beberapa Psikolog, tawuran antar pelajar biasanya disebabkan karena konflik perorangan yang mengajak teman lain dalam membantu dengan dasar persabahatan. Apabila tidak ikut, maka dianggap tidak memiliki keberanian dan tidak memiliki solidaritas terhadap sesamanya. Ini adalah faktor dasar penyebab terjadinya tawuran di Indonesia.

Tentu saja, tawuran ini sangat merugikan banyak pihak. Karena dapat merusak fasilitas umum dan mengganggu orang lain. Sampai ada juga nyawa yang melayang. Karena tidak jarang, para pelakunya membawa senjata tajam.

Tawuran juga terjadi karena kebanyakan anak muda tumbuh dalam ruang lingkup keluarga yang kurang harmonis dan kasih sayang. Mereka cenderung menjadi provokator dan mencari perhatian dari luar keluarga. Anak sekolah yang gaya bertemannya dengan anak muda dengan perilaku yang tidak baik biasanya cenderung membolos dan melanggar peraturan

Anak lelaki cenderung ingin dianggap sebagai pahlawan, sehingga saat ada temannya yang diganggu maka anak tersebut akan melindunginya dengan alasan solidaritas dan kesetiakawanan. Tentu hal ini adalah kesalahan yang harus diluruskan.

Masing masing sekolah biasanya memiliki sejarah musuh dengan sekolah tertentu. Hal ini biasanya akan berulang dalam mhal tawuran. Adakalanya NARKOTIKA juga menjadi faktor terjadinya tawuran. Misalnya anak sekolah ada yang berperilaku preman dengan memalak temannya.

Yang dipalak berusaha bersatu untuk melawannya. Faktor lain juga seperti dalam sekolah ada guru yang tidak adil dan pilih kasih, yang mengakibatkan siswa tersebut tidak diperhatikan dan berusaha mencari perhatian dengan cara yang salah (sumber: kosngosan.com)

Adapun beberapa solusi dalama mengatasi permasalahan tawuran ini adalah sebagai berikut :

  • Orangtua harus bisa menjadi role-model yang baik bagi anak anak mereka, sehingga hal ini akan membuka komunikasi yang lebih baik
  • Sekolah membuat aturan yang tegas sehingga siswa bisa mematuhi sanksi berat yang dijatuhkan apabila melanggar
  • Guru seharusnya tidak pilih kasih dan memberi perhatian kepada semua anak didiknya
  • Mengadakan ruangan dan kegiatan khusus bagi siswa untuk menyalurkan minat dan passion-nya
  • Mengadakan kegiatan yang bersifat sosial sehingga anak sekolah mampu memunculkan rasa empati dan simpati terhadap lingkungan

Baca juga : Teks Debat tentang Kenakalan Remaja


Contoh Teks Diskusi 2

Tawuran adalah bentuk kekerasan yang sering sekali terjadi ditengah kehidupan pelajar sekolah di Indonesia. Tidak jarang ditemukan ada korban yang tewas akibat kegiatan terlarang ini. Bentrokan antar kelompok pelajar di berbagai wilayah biasanya selain menimbulkan Korban yang meninggal dan luka, juga bisa merusak fasilitas umum dan mengganggu masyarakat sekitar.

Tawuran antar pelajar terjadi bisa menewaskan pelajar sekolahdengan luka senjata sajam (sajam). Kasus tawuran antar pelajar ini masih menjadi persoalan serius di tengah ruwetnya masalah pendidikan nasional di Indonesia.


Hal ini juga menuai keprihatinan dari Organisasi Masyarakat dan Kepemudaan. Terkait tawuran pelajar di beberapa kota besar, yang membawa korban sampai ada pelajar yang tewas, Ormas sangat prihatin dan berduka kehilangan satu generasi muda yang meninggal karena tawuran pelajar.

Ormas mengajak semua pihak segenap masyarakat untuk bersama sama menjaga kondusifitas diberbagai kota dari tawuran pelajar yang sudah sampai di tingkat yang sangat memprihatinkan

Pihaknya meminta semua elemen masyarakat terkait, baik Gubernur, Bupati/Walikota, Kepala dinas pendidikan, Kepolisian, pihak sekolah dan orangtua untuk ikut bertanggung jawab serta mencari solusi yang terbaik mengatasi masalah tawuran pelajar di kota kota besar ini. Pihak sekolah harus tegas dalam membina anak-anak didiknya jangan sampai rusak generasi muda kita hanya karena masalah tawuran. (sumber: kosngosan.com)


Pro Kontra Diskusi Tawuran


Dalam gerakan anti tawuran, banyak yang menilai pelaku tawuran yang sudah menggunakan senjata tajam (sajam), seperti celurit, bisa ditindak dengan Undang-Undang Darurat No. 12 Tahun 1951, sehingga bisa dipidanakan dengan pasal yang lebih serius.

Selain pembinaan, aksi para anak sekolah yang membahayakan bisa dikenakan sanksi dengan hukum pidana, dan ujungnya bisa dipenjara beberapa tahun. Walupun para pelaku masih anak di bawah umur, aksi tawuran yang mereka lakukan jelas sudah sangat meresahkan dan terbilang menjadi aksi kriminal

Kaum yang Pro terhadap tawuran, meminta kepada pihak kepolisian yang menangkap anak sekolah yang terlibat tawuran, supaya membebaskan mereka karena tawuran merupakan bentuk kelabilan, mengingat umur pelaku yang masih dibawah umur. Mereka meminta kepada politi tidak perlu menahan mereka, hanya dikasih bimbingan dan arahan saja

Pihak Pro sangat menekankan khususnya dari Orangtua dan pihak Sekolah. Pihak yang pro juga meminta kepada orang tua mereka untuk membiayai anak anak mereka selama dibina oleh pihak yang berwenang. Selain itu, tidak perlu diterapkan hukuman pidana. Cukup dengan adanya hukuman sosial, misalnya mereka membersihkan WC masjid atau WC sekolah yang kotor sampai bersih selama seminggu.

Namun ada juga pihak yang Kontra terhadap penerapan Anti Tawuran ini. Para pelaku tawuran adalah mereka yang telah bertindak kriminal dan wajib untuk menindak tegas pelaku tersebut. Negara memang harus melakukan Pembinaan, namun harus ada tindakan yang bisa membuat mereka Jera.

Salah satunya adalah dengan memberikan hukuman penjara sesuai dengan tindak pidana yang berlaku di Indonesia. Pihak kontra juga menilai tawuran tidak bisa ditolerir, karena bisa menimbulkan korban jiwa dan kerusakan fasilitas umum (sumber: kosngosan.com)


Contoh Pro Kontra 2

Belasan remaja di Kota besar ditangkap oleh polisi gara-gara tawuran di tengah pandemi Virus. Para remaja tersebut juga kedapatan membawa senjata tajam. Kapolrestabes setempat menerangkan, tawuran yang melibatkan belasan remaja itu terjadi di daerah Pasar waktu dini hari.

Berdasarkan dari bukti rekaman CCTV ada sebelas orang remaja terlibat tawuran. Mereka semua membawa senjata tajam. Para remaja tersebut akhirnya telah ditahan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Untunya tidak ada korban jiwa karena tawuran ini.

Pro dan Kontra pun terjadinya disini. Mereka yang masih sangat muda antara 13 hingga 18 tahun ini dianggap kategori dibawah umur.

Pihak Kontra akan melihat kasus ini sebagai aksi kriminalitas yang berbahaya, dan menolak untuk pembebasan pelaku. Walaupun tidak terdapat korban jiwa dan luka, akan tetapi aksi tawuran ini meresahkan masyarakat dan berpotensi membahayakan. Oleh karena itu pelaku wajar untuk dihukum dan dipenjara sesuai KUHP yang berlaku.

Sementara yang PRO akan menolak adanya hukuman terhadap aksi tawuran dan menganggap mereka hanya anak dibawah umur yang labil dan rentan berlaku kekanak-kanakan. Bahwa tidak sepantasnya anak anak dibawah umur ini diperlakukan sama dengan tersangka kriminalitas lainnya.

Karena tetap saja umur mereka masih belum bisa dikategorikan sebagai orang dewasa. Pendapat yang kontra menjelaskan polisi harus menganyomi dan memberikan bimbingan supaya mereka tidak melakukannya lagi.

Baik Pro dan Kontra dalam penindakan pelaku tawuran, memang memiliki argumen dan landasannya masing masing. Solusi paling ampuh untuk mengatasi tawuran ini adalah dengan memberlakukan patroli rutin selama masa pandemi virus. Patroli itu dilakukan salah satunya untuk membubarkan warga yang masih berkumpul di tengah upaya pencegahan penyebaran virus (sumber: kosngosan.com)

Baca juga : Naskah Moderator/Narasumber tentang Kenakalan Remaja


Diskusi Kenakalan Remaja


contoh teks diskusi anti tawuran

Kenakalan remaja merupakan fenomena yang terjadi ditengah kehidupan labil para remaja di Indonesia yang menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar. Oleh karena itu, untuk menekan berbagai kenakalan remaja seperti menindak kejahatan dan balapan liar yang sering dilakukan oleh para remaja pada malam hari, polisi setempat perlu untuk menggelar patroli malam

Kegiatan patroli ini bisa dipimpin langsung oleh ketua Tim dan beberapa anggotanya menggunakan sepeda motor. Dalam kesempatan tersebut, polisi bisa memberikan himbauan kepada sejumlah pemuda yang berkumpul, dan selanjutnya diarahkan untuk segera membubarkan diri, mengingat hari sudah larut malam.

Dengan adanya kegiatan patroli malam yang dilakukan secara rutin ini, maka diharapkan bisa memberikan rasa aman dan nyaman terhadap warga masyarakat yang ada diwilayah hukum yang bersangkutan (sumber: kosngosan.com)


Contoh Teks Diskusi 2

Kenakalan remaja akan lebih efektif diatasi dengan cara mencegah. Oleh karena itu, kasus kenakalan remaja bisa dicegah sejak awal melalui program sinergi misalnya "Jaksa Masuk Sekolah"

Jadi ketika Jaksa mengadakan program masuk ke sekolah sekolah dalam agenda tersebut, akan diberikan materi seputar bahaya kenakalan remaja sekaligus materi pencegahan tindak korupsi.

Sementara itu faktor pemicu terjadinya kasus kenakalan remaja dapat dilihat dari faktor intern maupun ekstern. Salah satunya adalah lingkungan keluarga dan lingkungan pergaulan para remaja tersebut

Kita berharap orang tua berperan aktif dalam pembinaan internal dalam keluarga dan berupaya menciptakan keluarga yang harmonis supaya anak tidak terjerumus dalam kenakalan remaja.

Yang biasa terjadi, pelaku kenakalan remaja berasal dari lingkungan keluarga yang kurang harmonis, ditambah salah dalam memilih pergaulan di luar rumah.

Menjawab pertanyaan soal pembinaan dan hukuman bagi pelaku kasus kenakalan remaja, bahwa selama ini sesuai UU yang ada bermitra dengan balai pemasyarakatan anak terutama anak di bawah usia 17 tahun.

Faktor penyebab kenakalan remaja adalah faktor internal dan eksternal. Faktor internal yaitu yang terutama dari keluarga yang kurang harmonis, dan lingkungan sekolah yang kurang sehat.

Pengaruh lain dari faktor pergaulan remaja juga ikut mendorong terjadinya kenakalan remaja. Jadi apabila tidak ditangani sejak dini dapat memicu terjadinya kasus kenakalan remaja yang lebih parah lagi (sumber: kosngosan.com)


Baca juga : Contoh Kenakalan Remaja Saat Sekolah yang Sering Kita Lakukan


Kata Penutup


Tawuran merupakan salah satu kegiatan negatif yang masih saja sulit untuk diberantas di tengah masyarakat. Ini merupakan bentuk perbuatan yang tercela dan bisa merugikan banyak orang. Oleh karena itu penanganan bagi pelaku tawuran harus benar-benar tepat sasaran dan efektif

Perlu diadakan diskusi yang komprehensif mengenai pro dan kontra terhadap pelaku tawuran. Bagaimana solusi yang tepat untuk membuat pelaku tawuran tersebut cerah dan tidak mengulangi perbuatannya lagi. Semoga beberapa contoh teks diskusi di atas bisa bermanfaat buat teman-teman sekalian. Jangan lupa share dan bagikan artikel ini ke sosial media mau juga
Oleh rezaharahap