Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

30 Contoh Barang Impor dari China ke Indonesia

Apa saja barang impor yang berasal dari Tiongkok dan sering Indonesia Impor? Kegiatan Impor adalah aktifitas perdagangan ekonomi dimana suatu negara membeli produk atau jasa dari negara lain dengan tujuan memenuhi kebutuhan dalam negeri. Sebagai contoh, kebutuhan beras di Indonesia masih kurang walaupun sudah banyak sawah, sehingga Indonesia mengimpor beras dari negara-negara tetangga. Jika barang yang diimpor berskala besar, kegiatan impor akan didampingi oleh bea cukai dan barang yang masuk akan dikenai pajak sesuai dengan peraturan yang berlaku. Hal inilah yang menyebabkan harga barang impor lebih mahal.

Salah satu negara yang banyak mengimpor barang ke Indonesia adalah China. Ada banyak ragam barang yang diimpor dari China dengan harga yang murah, sampai-sampai dikatakan barang yang diimpor dari China menyaingi produk lokal yang serupa.

Kamu tentu sering menjumpai banyak produk-produk berlabel Made in China di berbagai sudut pasar di Indonesia. Hal tersebut merupakan bukti nyata betapa produk impor murah dari China begitu diminati di negara kita.

Contoh Barang Impor dari China ke Indonesia

contoh barang impor china tiongkok

Harga murah yang ditawarkan oleh China tentunya tidak terjadi begitu saja seperti sulap. Mereka memulainya dari nol dan tak bisa dipungkiri pemerintah setempat besar pengaruhnya dalam perkembangan barang impor murah yang sering kita jumpai dewasa ini.

Sobat kosngosan harus tahu, bahwa salah satu contoh peran pemerintah dalam mendukung kegiatan impor di negara China yaitu dengan menurunkan biaya impor komponen barang dan menetapkan pajak ekspor yang kecil bagi para pengusaha. Berikut contoh barang yang sering Indonesia impor dari Tiongkok :

Baca juga : Contoh Perilaku Mencintai Produk Indonesia


1. Serealia

Serealia merupakan jenis tanaman yang bijinya dijadikan makanan oleh manuasia. Contoh serealia yang paling banyak dibutuhkan manusia karena merupakan makanan pokok adalah beras dan gandum. Makanan pokok orang kebanyakan di Indonesia adalah nasi. Walaupun sobat kosngosan mengetahui bahwa sawah membentang dimana-mana di berbagai sudut Indonesia, nyatanya kebutuhan beras penduduk Indonesia masih belum terpenuhi, sehingga Indonesia mengimpor beras dari negara lain. Salah satunya yaitu China.

Selain beras, Indonesia juga mengimpor gandum dari China untuk memenuhi kebutuhan gandum dalam negeri. Karena barang impor China yang murah, beras dari sana harganya bersaing sengit dengan beras lokal. Produk serealia yang diimpor dari China memiliki nilai impor sebanyak US$3,795 miliar atau setara dengan 2,39% dari total seluruh impor.


2. Pesawat terbang dan bagiannya

Komoditas lainnya yang diimpor dari China adalah pesawat terbang dan bagian-bagiannya. Seperti yang kita ketahui, Indonesia masih kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pesawat terbang dalam negeri sehingga mengimpor merupakan pilihan yang krusial. Negara China memproduksi pesawat terbang dan bagian-bagiannya dan Indonesia mengimpor produk-produk keperluan pesawat terbang ini dari China.

Beberapa contoh bagian-bagian pesawat terbang yang diimpor dari China adalah badan pesawat (fuselage), ekor pesawat (tail section), sayap pesawat (wings), sistem kemudi (flight controls), sistem roda (landing gear), dan mesin pesawat (engine). Kegiatan impor ini memiliki nilai impor sebesar US$ 908 juta atau setara dengan 0,57% dari total impor.


3. Besi dan baja

Produk lain yang diimpor dari China adalah besi dan baja. Jumlah nilai impor yang dikeluarkan untuk produk-produk ini adalah sekitar US$ 10,245 miliar atau setara dengan 6,45% dari seluruh impor.

Baja impor dari China merupakan salah satu jenis barang impor yang cukup meresahkan pengusaha baja lokal karena membanjirnya produk ini di Indonesia. Selain membanjir, baja yang datang dari negara tirai bambu ini memiliki harga yang relatif lebih murah sehingga cukup diminati oleh sobat kosngosan sebagai konsumen lokal yang membutuhkan baja. Besi dan baja sendiri diperlukan untuk pembuatan berbagai jenis perkakas dan pembangunan berbagai jenis gedung.


4. Sayuran

Indonesia tentu memiliki banyak jenis sayuran lokal yang dapat kita jumpai di seluruh pasar. Meski demikian, Indonesia masih mengimpor sayuran dari negara lain baik dengan jenis serupa ataupun sayuran yang tidak dapat tumbuh di Indonesia. China adalah salah satu negara tempat Indonesia mengimpor berbagai jenis sayuran. Salah satu jenis sayuran yang paling besar jumlahnya adalah bawang putih.

Nilai impor untuk sayuran dari China tidak bisa dibilang kecil karena mencapai US$ 12,54 miliar sepanjang April 2020. Bahkan di Batam terdapat dua belas ribu ton sayur dan buah yang diimpor dari China. Sayuran yang dimaksud di sini adalah sayuran dalam kemasan.


5. Kapal laut dan bangunan terapung

Bangunan terapung adalah bangunan yang didirikan di atas air. Inovasi bangunan ini dapat menekan modal pembangunan tanpa mengurangi kualitas bangunan itu sendiri. Desainer yang pernah menjalankan proyek bangunan terapung adalah Amedee Santalo.

Indonesia menghabiskan sekitar US$ 1,310 miliar untuk mengimpor komoditas kapal laut dan bangunan terapung. Jumlah ini setara dengan 0,83% dari keseluruhan impor dari China. Salah satu kota yang membeli kapal laut dan bangunan terapung dari China adalah Bali pada November 2018. Hal ini pun menyebabkan nilai impor Bali sempat melonjak tinggi dibandingkan nilai ekspor. Kenaikan yang disebabkannya mencapai total 300,49%. Padahal sebelumnya, Bali belum pernah mengimpor kapal laut dan bangunan terapung dari China.


6. Senjata dan amunisi

Komoditas senjata dan amunisi sangat dibutuhkan oleh pihak kepolisian Indonesia. Selain itu, komoditas ini juga sangat diperlukan TNI demi memperkuat pertahanan negara. Namun, produksi senjata dan amunisi di Indonesia ternyata belum bisa memenuhi kebutuhan tersebut sehingga diperlukan untuk mengimpor senjata dan amunisi dari negara lain, termasuk China. Indonesia menghabiskan dana sebesar US$ 313 juta untuk mengimpor komoditas ini dari China. Jumlah ini setara dengan 0,20% dari jumlah keseluruhan impor.

Senjata yang paling banyak diimpor Indonesia adalah C-705, Starstreak, FGM-148 Javelin, AGM-114K HELLFIRE, dan Mistral.C-705 dan Starstreak adalah senjata jenis rudal dan masing-masing senjata berjumlah 500 unit.


7. Mesin-mesin atau pesawat mekanik

Mesin-mesin atau pesawat mekanik merupakan komoditas yang paling populer dari semua produk yang biasa diimpor negara lain dari China. Bukan Indonesia saja, negara-negara lain pun menaruh minat yang besar pada produk dari China yang satu ini. Jumlah yang dihabiskan untuk mengimpor mesin-mesin dan pesawat mekanik dari China adalah sekitarUS$274,6 juta. Bahkan pada Juli 2020 nilai ini masih meningkat menjadi US$ 4,84 miliar.


8. Plastik dan barang dari plastik

Ternyata, bukan hanya komoditas yang terkesan ‘mahal’ dan sulit diproduksi saja yang banyak diimpor dari China. Barang kecil, murah, dan diperlukan sebagian besar masyarakat Indonesia seperti plastik dan barang berbahan plastik pun banyak dipasok dari China. Saat sobat kosngosan.com berjalan mengunjungi toko peralatan rumah tangga kamu tentu sering menemukan label made in China pada benda-benda rumahan seperti gayung, sisir plastik, ember, piring plastik, dan lain-lain.

Alasan yang menyebabkan plastik dan barang-barang yang terbuat dari plastik dipasok dari China dalam jumlah yang tidak sedikit adalah harganya yang relatif murah. Itulah sebabnya harga barang berbahan plastik yang berlabel made in China dan made in Indonesia harganya tidak terpaut jauh.


9. Mesin untuk sektor industri

Produk ini merupakan salah satu komoditas yang paling banyak diminati. Indonesia banyak menggunakan mesin dan peralatan dalam sektor industri. Selain mesin dan pesawat mekanik, masih ada lagi beberapa peralatan listrik yang ikut diimpor. Bahkan produk tersebut sempat menduduki posisi kedua dari sepuluh besar komoditas utama ekspor China.


10. Bahan Pangan

Selain mengimpor dari Australia, Indonesia juga mengimpor serealia dari China. Salah satu jenis serealia yang diimpor Indonesia adalah gandum. China sendiri merupakan satu dari beberapa negara top produsen gandum dunia. Tercatat dalam tujuh tahun terakhir, jumlah impor ini mencapai level yang cukup tinggi yaitu sekitar 910.000 ton. Selain gandum, Indonesia juga mengimpor padi. Kedua produk ini sama – sama memerlukan nilai impor yang cukup besar, yakni sekitar US$ 3,795 miliar.


11. Meja Piknik Portable

Dari beberapa produk yang diimpor Indonesia dari China, meja piknik portable merupakan salah satu produk yang cukup diminati. Hal ini dikarenakan meja portable dinilai sangat efektif dan efisien karena sobat kosngosan akan mudah membawanya kemana – mana terutama saat berlibur bersama keluarga. Selain itu, benda ini juga mudah dilipat, praktis, dan tidak banyak makan tempat.


12. Pupuk Pertanian

Meski Indonesia telah memiliki Badan Usaha Milik Negara yang mampu memproduksi pupuk sendiri, namun kenyataan nya, Indonesia masih cukup bergantung pada kebutuhan pupuk impor. Salah satu tujuan nya adalah China. Dalam catatannya, pupuk masuk dalam sepuluh golongan barang impor utama selama bulan April dan kisarannya mencapai 2,2 triliun. Umumnya, jenis-jenis pupuk yang diimpor adalah NPK 24-6-10.


13. Peralatan Alutsista

China terkenal sebagai negara dengan industri senjata dan amunisi terbesar nomor dua di dunia. Dalam hal ini, Indonesia termasuk salah satu negara pengimpor senjata dari negara tersebut. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, komoditas ini memiliki nilai sekitar US$ 313 juta dari keseluruhan impor. Komoditas ini cenderung dibutuhkan dalam kebutuhan sektor kepolisian.


14 Pesawat Terbang

Pesawat terbang juga merupakan jenis produk impor Indonesia yang didatangkan dari China. Diantara nya, bagian – bagian pesawat yang ikut diimpor terdiri dari :

• Engine (mesin pesawat)
• Fuselage (badan pesawat)
• Landing gear (sistem roda)
• Tail section (ekor pesawat)
• Flight controls (sistem kemudi)
• Wings (sayap pesawat)

 

15. Kapal Laut dan Benda Terapung

Selain kapal terbang, Indonesia juga mengimpor sejumlah kapal laut dan benda terapung lainnya. Berdasarkan catatan statistik, selain permintaan impor dari produk mesin dan mekanik, kapal laut dan beberapa benda terapung lainnya juga termasuk salah satu penyumbang peningkatan nilai impor yang cukup besar pada periode tahun lalu.


16. Sayuran Khas

Indonesia sendiri merupakan negara yang banyak mengimpor sayuran, salah satunya dari China. Sepanjang April tahun 2020, telah tercatat sekitar US$ 12,54 miliar total nilai impor yang dimiliki Indonesia pada jenis produk ini. Umumnya, sayuran yang paling sering diimpor dari China adalah bawag putih (garlic).


17. Buah – Buahan

Disamping permintaan impor serealia, Indonesia juga mengimpor beberapa jenis buah – buahan dari China. Salah satunya seperi apel dan jeruk mandarin. Dalam hal ini, komoditas impor buah – buahan sempat mencapai nilai sekitar US$ 3,795 miliar atau 2,39% dari total keseluruhan impor yang dimiliki. Permintaan impor buah – buahan sendiri sudah dimiliki Indonesia pada tahun lalu


18. Besi dan Baja

Arus impor besi dan baja sendiri terlihat semakin melonjak naik dalam perkembangannya. Mengingat keadaan Indonesia yang saat ini tengah gencar untuk terus membangun proyek infrastruktur. Selain itu, tingginya lonjakan permintaan rangkaian besi dan baja untuk konstruksi pabrik baja nirkarat di Morowali adalah alasan penyebab semakin naiknya peningkatan nilai impor. Setidaknya, tercatat sekitar US$ 10,245 miliar atau 6,45% nilai yang dibayarkan untuk produk ini.


19. Laptop dan Notebook

Seiring perkembangan teknologi, laptop dan notebook semakin dibutuhkan dalam berbagai pekerjaan. Indonesia juga merupakan negara yang ikut mengimpor benda ini dari China. Beberapa merk brand laptop yang umumnya diimpor dan biasanya dipakai oleh sobat kosngosan.com, seperti Asus, Lenovo, dan Acer. Hal ini membuat pasar Indonesia cukup dibanjiri produk dari China, khususnya laptop dan beberapa alat elektronik lain.


20. Smartphone

Handphone merupakan benda selanjutnya yang cukup membanjiri pasar Indonesia. Sepanjang tahun, permintaan akan impor handphone ini terus mengalami peningkatan. Beberapa merk handphone yang umum nya diketahui adalah Oppo, Lenovo, Xiaomi, Vivo, Realme, Coolpad, Meizu, OnePlus dan lain sebagainya.


21. Bahan Kimia Organik

Saat ini, bahan – bahan kimia banyak dibutuhkan dalam berbagai bidang kegiatan. Utamanya bidang farmasi. Beberapa bahan baku ini mayoritas diimpor Indonesia dari China. Dapat dikatakan, sekitar 95 - 96 persen senyawa – senyawa bahan kimia ini merupakan hasil produk impor. Beberapa jenis bahan baku kegiatan tersebut adalah potassium chloride dan bahan – bahan kimia organik lainnya.


22. Plastik dan Barang Plastik

Plastik dan beberapa barang berbahan dasar plastik juga ikut diimpor dari China. Bahan – bahan dari plastik ini banyak digunakan dalam berbagai bidang kegiatan, contohnya seperti industri, kegiatan rumah tangga, dan bahan baku dekorasi. Impor barang plastik ini juga tercatat mengalami peningkatan yang cukup tinggi.


23. Filamen Tekstil

Filament ini adalah barang yang umum dipakai dalam industri tekstil. Mayoritas nya juga banyak diimpor dari China. Umumnya proses impor dilakukan dengan memasukkan barang ini bersamaan dengan jenis bahan tekstil yang lain ke dalam pasar dalam negeri.


24. Emas dan Perhiasan

China merupakan pengimpor emas terbesar di dunia. Hal ini diperkuat dengan pembeliannya sekitar 1500 ton logam mulia senilai AS$60 miliar tahun lalu. Indonesia yang merupakan pengimpor emas dari negara ini banyak menggunakan emas sebagai perhiasan, emas batangan, dan koin investasi yang peningkatannya dapat dilihat naik tiga kali lipat dalam dua dasawarsa terakhir.


25. Peralatan Listrik

Banyak sekali jenis peralatan listrik yang diimpor dari China. Hal ini diduga banyak produk – produk jenis impor dari China yang harganya relatif lebih murah khususnya mesin dan peralatan energi. Beberapa diantaranya seperti alat – alat penerangan rumah, alat elektronik seperti televisi, dan lain sebagainya yang biasanya sobat kosngosan pakai sehari hari


26. Perabotan Rumah

Perabotan rumah adalah produk selanjutnya yang cukup mendominasi kegiatan impor Indonesia yang didatangkan dari China. Berdasarkan catatan dari Badan Pusat Statistik, kisaran nilai impor yang dihabiskan untuk membayar barang jenis ini adalah sekitar USD 77 juta. Beberapa contoh perabotan rumah ini antara lain seperti peralatan dapur dan lain – lain.


27. Alumunium dan Turunannya

Impor alumunium sendiri semakin melonjak tiap tahunnya. Penggunaan alumunium sendiri banyak digunakan dalam kegiatan industri maupun rumah tangga. Berdasarkan catatan Kementerian Perdagangan, barang dengan kode HS tersebut naik tiap tahun yaitu sebesar 19.438 ton di tahun lalu dan mencapai 30.647 ton di tahun sekarang.


28. Semen

Seperti yang diketahui, semen umumnya digunakan dalam industri pembangunan. Hal ini mengakibatkan permintaan terhadap semen di dalam negeri cenderung terus naik dan menyebabkan harus mengimpor dari luar, contohnya China. Dalam hal ini, produk semen dari China harganya lebih murah, sehingga cukup membanjiri keadaan pasar dalam negeri.

Baca juga : Contoh Buah dan Sayur Impor


Kata Penutup

Kegiatan impor memang menjadi salah satu cara paling cepat untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri terhadap barang-barang yang tidak diproduksi. Selain itu negara Tiongkok juga dikenal sebagai pengekspor barang-barang murah

Nah demikian beberapa contoh barang yang sering Indonesia impor dari Cina untuk memenuhi kebutuhan dan konsumsi barang dalam negeri. Apabila kamu merasa artikel ini bermanfaat silahkan bagikan ke teman-temanmu

Oleh rezaharahap