Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Disintegrasi Bangsa Adalah: Penyebab dan Contohnya

Apa yang dimaksud dengan disintegrasi bangsa? Apabila dikaji secara terpisah, Kata "Disintegrasi" artinya adalah suatu keadaan dimana terjadi perpecahan atau tercerai berainya suatu keutuhan antar suatu kesatuan entitas pada lingkungan masyarakat. Disintegrasi bangsa sendiri, sangat berbahaya jika dibiarkan keberadaannya secara terus menerus karena dapat mengancam persatuan dan kesatuan dalam suatu negara.

Disintegrasi bangsa merupakan dampak terburuk dari hilangnya rasa persatuan dan kesatuan sebagai warga negara. Apalagi seperti yang kita ketahui, bangsa Indonesia adalah bangsa majemuk yang terdiri dari berbagai suku dan budaya, yang terikat dalam satu ideologi Pancasila dan konstitusi yaitu Undang Undang Dasar 1945.

Dalam berbagai definisi, disintegrasi memiliki pengertian yang berbeda – beda. Karena ini merupakan salah satu konsep yang cukup luas untuk dipelajari, Maka terdapat beberapa versi pengertian dari berbagai ahli dan juga sumber referensi. Sehingga apabila ingin memahami lebih jauh, maka sobat kosngosan perlu untuk mempelajari satu persatu dari definisi tersebut Berikut penjelasan lebih lengkapnya :

disintegrasi bangsa adalah


Pengertian Disintegrasi Menurut Para Ahli

Soekanto Soekamto

Menurut Soejono Soekamto, disintegrasi merupakan suatu kondisi dimana keadaan masyarakat mulai berjalan dengan tak beraturan atau tidak terkendali. Hal ini disebabkan karena nilai dan norma – norma yang ditetapkan sudah mulai memudar dan kehilangan eksistensinya.


Durkheim

Menurut Durkheim, disintegrasi adalah proses dimana masyarakat mulai kehilangan koherensi (pola ikatan satu sama lain) dan terus menurun seiring waktu. Hal ini dapat dapat terjadi karena lemahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kerja sama untuk mencapai tujuan bersama dikarenakan terlalu padatnya pembagian kerja.


Pengertian Disintegrasi Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Disintegrasi merupakan kebalikan dari kata integrasi yang berarti suatu kesatuan yang utuh. Menurut KBBI, disintegrasi adalah kondisi terpecah belahnya; tidak bersatu padunya; hilangnya kesatuan dalam suatu keutuhan pada dinamika masyarakat. Disintegrasi sangat berbahaya karena seringkali dapat memicu adanya konflik dan pertentangan antar kelompok tertentu.

Dari beberapa pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa disintegrasi bangsa merupakan proses terpecah belahnya suatu dinamika bangsa dikarenakan persatuan, nilai – nilai serta norma dalam masyarakat sudah mulai memudar sehingga menimbulkan konflik serta pertentangan yang dapat memicu kerusuhan.

Disintegrasi menimbulkan banyak dampak yang sangat mengancam keutuhan bangsa dan negara apabila dibiarkan dan tidak ditangani dengan baik. Kelompok atau unit – unit penting dalam masyarakat dapat terpisah dan tercerai berai. 

Umumnya hal ini terjadi karena mereka tidak dapat menyesuaikan diri sendiri dengan kondisi sosial yang terjadi disekitar mereka. Ketika salah satu unsur bersikeras untuk memaksakan diri, maka unsur yang lain juga akan berusaha untuk melawan dan berontak. Dengan demikian, kesatuan pada masyarakat akan terganggu dan tidak terkendali.

Menurut data empiris yang mimin kosngosan rangkum, adanya disintegrasi bangsa pada negara besar cenderung relatif tinggi. Bila diperhatikan dengan cermat, adanya gerakan – gerakan pemisahan diri sebenarnya tidak murni berasal dari idealisme pribadi yang terbentuk akibat ketidakpuasan mendasar dari perlakuan pemerintah terhadap daerah – daerah kekuasaan, atau kelompok minoritas terhadap kebijakan otonomi daerah, keseimbangan terhadap infrastruktur pembangunan, pemerataan kebutuhan penduduk, keadilan sosial dan lain sebagainya. Disintegrasi yang makin meluas dan menjadi – jadi bukan tidak mungkin akan menimbulkan pelepasan wilayah terhadap suatu kesatuan negara.

Seperti yang kita ketahui, Indonesia merupakan negara besar yang memiliki keanekaragaman sosial dan budaya seperti, ras, agama, bahasa, adat istiadat, bahkan perbedaan potensi sumber daya alam di setiap wilayahnya. Kondisi faktual inilah yang membedakan Indonesia dengan negara – negara lainnya. 

Namun dibalik keanekaragaman tersebut jugalah yang menjadi pemicu utama konflik – konflik atau perseteruan yang tidak dapat dikelola dengan baik sehingga menjadi masalah berkepanjangan dan mengganggu keutuhan dan persatuan bangsa.

Sejak jaman dahulu, sudah banyak gerakan – gerakan separatis yang bergejolak dan memporak porandakan dinamika masyarakat yang aman dan tentram. Umumnya, mereka memaksakan diri untuk memisah dari Negara Kesatuan Republik Indonesia karena adanya rasa ketidakpuasan terhadap perlakuan pemerintah dalam mengelola dan memeratakan pembangunan di wilayah mereka. Belum lagi ditambah dengan perbedaan kepentingan atau ideologi, permasalahan kompleks lainnya dan pemahaman yang berbeda antar setiap kelompok masyarakat.


Penyebab Disintegrasi Bangsa

Disintegrasi bangsa dapat terjadi karena munculnya konflik horizontal dan vertikal yang tumbuh akibat tuntutan demokrasi yang melampaui batas, pemaksaan kehendak dan sikap primodialisme yang umumnya terdapat pada kasus – kasus SARA, konflik komunal lain dan lemahnya penegakan HAM dan hukum yang tegas dari pemerintah yang berkuasa.

Banyak sekali faktor – faktor penyebab yang dapat memicu konflik disintegrasi bangsa. Berikut beberapa penyebab dan penjelasannya :


1. Agama

Jika diingat – ingat kembali, dewasa ini agama merupakan tonggak utama yang sering dijadikan sebagai pemicu konflik dan pertentangan pada negara ini. Hal ini dikarenakan, sudah mulai runtuhnya kesadaran dan pemahaman terhadap agama yang dianut dan penganut agama lainnya.


2. Ideologi

Ideologi merupakan salah satu konsep di mana ini merupakan ide atau gagasan yang diciptakan untuk memberikan arah dan tujuan dalam kehidupan bernegara dan berbangsa. Adanya perbedaan ideologi baik itu antara satu kelompok dengan kelompok lain dapat memicu disintegrasi bangsa, yang tentu saja akan berakibat terhadap perpecahan bahkan sampai menimbulkan konflik


3. Politik

Masalah yang satu ini merupakan hal paling vital dan aspek yang paling sensitif untuk menyulut emosi masyarakat. Adanya kebijakan – kebijakan yang dikeluarkan pemerintah pusat biasanya juga menimbulkan perbedaan kepentingan sehingga menumbuhkan konflik sosial yang meresahkan kehidupan masyarakat.


4. Ekonomi

Adanya krisis ekonomi yang berkepanjangan seringkali menyebabkan kesenjangan dan keminiman tarif pendapatan masyarakat yang berujung pada kemiskinan. Adanya kesenjangan yang terjadi antara masyarakat miskin dan kaya dapat memicu timbulnya indikasi untuk mendapatkan kekayaan dengan cara yang tidak dibenarkan, contohnya KKN.


5. Kekayaan Alam

Adanya potensi SDA yang berlimpah dan penyebarannya tidak merata di setiap wilayah Indonesia, memungkinkan terjadinya disintegrasi bangsa dikarenakan hal ini melingkupi beberapa hal berupa pembagian hasil dan pembinaan intensif apabila terjadi kerusakan pada pengelolaan SDA.


6. Demografi

Perlakuan pemerintah pusat juga berdampak terhadap terjadinya disintegrasi bangsa. Hal ini karena banyaknya penyebaran penduduk yang tidak merata, juga tingkat pendidikan dan kualitas SDM yang masih rendah. Sobat kosngosan pasti pernah melihat kesenjangan skill pekerja yang ada di kota besar dibandingkan dengan daerah daerah terpencil Indonesia.


7. Sosial Budaya

Tiap wilayah pastinya memiliki tata nilai dan budaya yang beragam dan tidak bisa disamaratakan dengan yang lainnya. Kondisi pluralitas inilah yang menyebabkan sering terjadinya konflik antar kelompok. Perbedaan kearifan lokal, adat istiadat, hukum sosial dan lainnya kerap kali menimbulkan gesekan.


Contoh Kasus Disintegrasi Bangsa

1. Pemberontakan Republik Rakyat Maluku Selatan

Latar belakang terjadinya pemberontakan ini ditimbulkan karena adanya penolakan dari masyarakat Maluku terhadap bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mereka cenderung menolak jika negara Indonesia Bagian Timur bergabung dengan NKRI. 

Namun tidak sedikit juga dari mereka yang setuju untuk bergabung dengan NKRI. Akibatnya, mereka yang kontra terhadap keputusan ini memilih untuk mendirikan negara sendiri yang dinamakan Republik Maluku Selatan (RMS).


2. PRRI dan Permesta

PRRI merupakan singkatan dari Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia, sedangkan Permesta merupakan singkatan dari Perjuangan Rakyat Semesta. Pergolakan ini terjadi di Sulawesi dan Sumatera dan didirikan oleh pasukan angkatan darat setempat. 

Mereka merasa tidak diperlakukan dengan adil dalam hal kemakmuran dan kesejahteraan, sedangkan disatu sisi, angkatan darat di Jawa terlihat lebih makmur dan hidup sejahtera.


3. Pemberontakan PKI di Madiun

Pemberontakan PKI ini merupakan peristiwa yang cukup terkenal. Awal mula terjadinya pemberontakan ini adalah dikarenakan oleh berakhirnya masa jabatan Amir Syarifudin dari kursi perdana menteri. Amir sendiri merupakan perdana menteri kedua di Republik Indonesia. 

Dari sinilah ia merasa kecewa dari penurunannya sehingga ia membuat FDR (Front Demokrasi Rakyat) yang berisi kumpulan partai komunis di Indonesia. Partai tersebut meliputi PKI, Partai Buruh Indonesia (PBI), dan Partai Sosialis Indonesia (PSI). Tujuan utama Amir Syarifudin membentuk FDR adalah untuk menjatuhkan kabinet Moh. Hatta.


4. Tragedi Tahun 1988

Kasus lainnya mengenai masalah disintegrasi di Indonesia adalah tragedi tahun 1988 yang dimana pada saat itu Indonesia menganut sistem pemerintahan orde baru dibawah pimpinan Presiden Soeharto. Mereka menuntut agar Soeharto turun dari jabatan lantaran Indonesia mengalami krisis moneter yang cukup parah, belum lagi ditambah dengan kasus KKN dalam segala elemen pemerintahan yang makin berdampak pada kesejahteraan rakyat.


5. Perang Antara Suku Lama Tokan dan Suku Kwaelaga

Suku Lama Tokan dan suku Kwaelaga adalah salah satu suku yang berada di Nusa Tenggara Timur, juga berada tepat dalam satu desa yang sama. Perang tersebut dipicu oleh perebutan tanah antar suku. Akibatnya, timbullah pertempuran satu sama lain dan menimbulkan korban jiwa.

Baca juga : Contoh Konflik Sosial di Sekolah dan Masyarakat


Kesimpulan Akhir

Permasalahan disintegrasi bangsa yang terjadi bisa saja menimbulkan yang namanya perpecahan dan juga konflik internal antar suku dan bangsa di Indonesia. Oleh karena itu kita sebagai warga negara Indonesia yang baik, harus menjunjung tinggi toleransi dan saling menghargai satu sama lain

Demikian beberapa materi mengenai contoh disintegrasi bangsa dari kosngosan.com, beberapa penyebab dan juga mengenai pengertian dari fenomena ini. Jangan lupa Klik tombol share di bawah dan bagikan artikel ini ke sosial media kalian masing-masing

Oleh rezaharahap