5 Tips merawat rupiah hari ini agar tidak melemah

5 Tips merawat rupiah hari ini agar tidak melemah

tips menjaga rupiah

Apa arti rupiah bagi bangsa indonesia? Rupiah adalah mata uang resmi negara kesatuan republik Indonesia. Menjadi ciri khas dan identitas kita, sudah seharusnya membuat kita cinta akan rupiah. Gerakan Cinta Rupiah kini tengah digalakkan untuk memperkuat Rupiah yang sedang mengalami keterpurukan. Kini semangat aku cinta Rupiah tidak hanya diperuntukkan bagi anak anak, kita orang dewasa pun seharusnya sadar akan eksistensi mata uang ini.

Rupiah hari ini memang sedang diuji. Kamu yang sering membaca berita mengenai rupiah hari ini pasti sadar bahwa kondisi rupiah terhadap dollar dan mata uang asing tengah mengalami pelemahan. Namun tentunya ini tidak lebih buruk dari kurs dollar terhadap rupiah pada tahun 1980 dimana saat ini krisis moneter tengah terjadi.

Rupiah melemah tidak hanya tugas Bank Indonesia saja yang diharapkan aktif, tetapi seluruh masyarakat berpartisipasi. Mayoritas kita orang dewasa menganggap Rupiah sebagai alat pembayaran yang kepemilikannya terus berganti, tidak ada kasih sayang. Berbeda dengan anak kecil memiliki Rupiah sebagai aset yang ia lindungi sepenuh hati. Walaupun stereotipe ini tidak bisa dijadikan ukuran baku perlakuan Rupiah, cukuplah menjadi alasan introspeksi kita dalam menggunakan mata uang tercinta ini.

Sejarah Singkat Rupiah


Rupiah memang tidak terlepas dari sejarah bangsa Indonesia dalam memperjuangkan kemandirian ekonominya pada era kemerdekaan. Rupiah menggantikan ORI (Oeang Republik Indonesia) sebagai pendahulunya dan menjadi mata uang resmi Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ditetapkan pada 02 November 1949.

Baca juga : Cara menambah pinjaman hutang di bank untuk modal usaha

Dalam kurun waktu era kemerdekaan hingga reformasi sekarang, wajah Rupiah terus mengalami perubahan dalam bentuk fisik maupun nilai. Kini kita sudah lumrah memakai Rupiah. Bertransaksi dengan Rupiah. Menabung pakai Rupiah. Bersedekah menggunakan Rupiah. Isi dompet kita Rupiah. Bahkan mempersunting dan menentukan mahar doi juga dengan Rupiah.

sejarah rupiah

Jadi bila ada yang memandang sebelah mata terhadap Rupiah, ada yang salah dengan dirinya. Apa yang perlu dilakukan untuk menanamkan kecintaan terhadap Rupiah?

Cara merawat dan menjaga rupiah agar tidak melemah secara pribadi


Menyimpan Rupiah secara fisik mungkin sudah mulai ditinggalkan oleh kaum milenial seperti generasi z. Tetapi saudara kita di daerah lain masih terbiasa menyimpan fisik Rupiah ke dalam gentong, celengan, bawah ubin atau disembunyikan di kantong yang dijahit khusus kemudian ditaruh disela celana atau baju. Hindari menyimpan Rupiah dengan cara anti-mainstream begitu karena bakal merusak fisik Rupiah.

Yang kita lakukan adalah pilihlah wadah yang benar - benar bisa menjaga fisik Rupiah. Simpan baik - baik ditempat yang sunyi, sepi dan senyap (bukan di hatimu lho). Lebih bagus lagi bila menyimpan Rupiah di Bank yang sudah punya jaringan ATM yang tersebar di berbagai daerah (agar lebih mudah tarik tunainya) Karena selain bisa menjaga fisik, juga bisa terbebas dari resiko kehilangan karena disimpan didalam brankas Bank yang terstandarisasi.

1. Hindari Segala Bentuk Kekerasan Fisik


Duilee, sudah semacam kekerasan dalam rumah tangga aja gitu ya? Tapi memang benar, kita dituntut untuk menjaga Rupiah dari kekerasan yang berpotensi merusak fisiknya. Jangan meremas, melipat, mencoret pake nomor hp (ini nih kebiasaan para jones) dan segala bentuk vandalisme uang.

Intinya sejauh kita menjaga fisik Rupiah, kita sudah berkontribusi menghemat biaya percetakan uang. Lho, kok bisa? Rupiah dicetak memerlukan biaya material dan tenaga kerja. Dilansir dari detik.com, biaya cetak Rupiah per tahunnya mencapai 3,5 trilliun.

Bayangkan bila 10% Rupiah yang beredar dalam kondisi tidak layak pakai (karena kebodohan kita), BI tentunya menggelontorkan lebih banyak biaya lagi untuk mencetak Rupiah baru. Kesimpulannya, mempertahankan bentuk fisik Rupiah sebaru mungkin bisa membantu penghematan anggaran.

2. Ganti Rupiah yang tidak layak ke bank terdekat


Ternyata bukan hanya mantan yang bisa diganti, Rupiah juga. Mengganti Rupiah yang sudah tidak layak merupakan langkah dukungan kita dalam peredaran uang yang berkualitas di dalam negeri. Bila kamu mendapat Rupiah dalam kondisi tidak layak edar, segera kunjungi kantor pusat Bank Indonesia, kantor perwakilan dalam negeri (KPw-DN) Bank Indonesia dan kas keliling Bank Indonesia untuk menukarkannya dengan Rupiah baru yang lebih mulus.

ganti rupiah

Rupiah keluaran lama yang sudah dicabut ijin peredarannya juga bisa kita tukarkan ke Bank Indonesia dengan syarat kondisi fisik masih dikenali keasliannya dan masih dalam jangka waktu 10 tahun semenjak pengumuman pencabutan dimulai.

Penukaran Rupiah sepenuhnya gratis. Tidak ada margin. Tidak ada nilai minimum pecahan Rupiah untuk bisa ditukarkan. Kamu bebas mengganti Rupiah berapapun nominalnya. Jadi tidak ada alasan buat kamu untuk tidak menukarkan Rupiah yang tidak layar edar.

3. Pakai dalam setiap transaksi dalam negeri


Setelah dikeluarkannya Peraturan Bank Indonesia Nomor 17/3/PBI/2015 tentang Kewajiban Penggunaan Rupiah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka kita wajib menggunakan Rupiah dalam setiap aktifitas perekonomian didalam negeri.

Bahwa kita dituntut untuk membeli mie instan, menggaji karyawan, belanja online, bayar token, kasih sumbangan, menentukan mahar doi sampai merancang APBN menggunakan Rupiah tercinta. Selagi NKRI masih berdiri kokoh, Rupiah akan tetap menjadi identitas kita. Menggunakannya berarti bukti nyata dukungan terhadap kemandirian ekonomi Indonesia di tengah ekonomi global.

Kamu mendapati pihak penjual memberikan permen sebagai kembalian? Tegur dan kabarkan tentang peraturan Bank Indonesia diatas serta Undang - Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Kalau dia masih ngeyel, ancam dengan sanksi pidana kurungan paling lama satu tahun dan denda maksimal Rp 200 juta. Ingat, berapa pun sisa kembaliannya, wajib dikembalikan dalam bentuk Rupiah.

4. Lapor ke pihak berwenang bila menemukan Rupiah palsu


Cinta doi palsu? Tenang, kasih Rupiah, pasti jadi asli. Tapi kalau Rupiah yang palsu, jangan pura - pura bego dengan membelanjakannya kembali. Tapi kan rugi? Lebih baik mana, rugi di dunia atau rugi di akhirat? (duilee, kesannya agamis banget). Tapi ini benar, kamu memiliki kewajiban untuk melaporkannya. Terlebih bila mengetahui jaringan pengedarnya. Jangan diam!

rupiah palsu

Bank Indonesia tidak akan mengganti uang palsu yang kamu miliki tersebut meskipun tak sengaja memperolehnya. Karena Bank Indonesia bukanlah pihak yang menanggung kerugian akibat uang palsu. Bank Indonesia hanya sebagai otoritas yang memusnahkan uang palsu. So, mesti legowo dan lebih berhati - hati lagi guys saat menerima Rupiah. Ingat terus slogan cek Rupiah, 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang.

5. Menghilangkan hoax mengenai Rupiah


Ini nih yang kebanyakan generasi micin lakukan. Menyebar hoax tentang Rupiah baru yang katanya mirip uang mainan-lah, mirip mata uang tiongkok-lah, mudah luntur-lah dan bla-bla-bla. Kalian yang suka nyir-nyir dengan Rupiah baru tidak akan bisa menghargai hasil kerja keras orang lain. Tahu tidak kalau penciptaan Rupiah baru itu sudah melalui proses mendalam oleh tim yang kompeten dibidangnya?

Kamu yang masih merengek minta Rupiah kepada orangtua tidak sepantasnya percaya atau bahkan menyebarkan informasi palsu tersebut. Jadilah generasi cerdas tanpa hoax. Majukan negeri ini dengan karya dan sikap positif.

Redenominasi membuat Rupiah semakin tangguh


Bank Indonesia sebagai otoritas moneter Indonesia sudah punya rencana me-redenominasi Rupiah sejak Darmin Nasution menjabat sebagai Gubernur BI. Redenominasi artinya mengurangi nilai pecahan Rupiah tanpa mengurangi nilainya dengan menghilangkan 3 angka 0 terakhir (1000 menjadi 1 dan seterusnya)

Rupiah hasil redenominasi terkesan premium. Tidak perlu nominal banyak untuk hang-out ke cafee. Nantinya di menu bakal tertulis Cafe Latte seharga Rp 5 k dan Espresso Rp 4.5 k. Selain prestise, Redenominasi juga meningkatkan efisiensi akuntansi, transaksi bisnis dan perbankan karena setiap transaksi pembukuan berkurang nolnya yang menjadikannya lebih sederhana.

Lihat juga : Lowongan freelance bagi pengangguran yang harus dicoba

Redenominasi juga meningkatkan kesadaran kita terhadap eksistensi uang receh. Penggunaan satuan sen bakal lebih berguna untuk keperluan pengembalian uang yang sering mengalami pembulatan. Dengan demikian, Bank Indonesia bisa menata kembali peredaran uang receh yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Sekianlah pembahasan kita mengenai Tips merawat rupiah hari ini agar tidak melemah kali ini. Kita sebagai warga negara indonesia sudah seharusnya ikut berpartisipasi dalam memperkuat rupiah. karena rupiah adalah kebanggan kita. Silahkan share artikel ini ke media sosial milikmu bila dirasa cukup bermanfaat! Terimakasih sudah berkunjung.

Buka Komentar