25+ Contoh Pertanyaan Sebelum Memulai Bisnis, Harus Dijawab!

Memulai bisnis, harus bertanya kepada diri sendiri mengenai hal apa saja yang harus dipersiapkan agar nantinya bisnis semakin matang dan meminimalisir terjadinya kerugian. Bagi kamu yang saat ini memiliki niat memulai usaha (apa pun itu), mulailah dengan menjawab beberapa pertanyaan yang akan kosngosan sodorkan dibawah ini.

Mempunyai usaha sendiri memiliki banyak manfaat dan kelebihan seperti kamu yang berperan menjadi bos, kamu bebas mengatur jam kerja karyawanmu, pemegang kendali pertumbuhan perusahaan dan bebas menentukan seberapa banyak yang ingin kamu hasilkan.
pertanyaan bisnis

Bebas disini juga bukan berarti tanpa hambatan dan resiko. Justru dengan berbisnis, kamu akan dihadapkan dengan potensi kerugian, kebangkrutan dan berbagai hambatan yang bisa membuatmu kapok untuk berbisnis lagi.

Akan tetapi apakah kamu sudah siap dengan semua resiko yang ada? Apakah kamu memiliki mindset, source dan skill yang diperlukan untuk memulai sebuah bisnis? Nah kali ini mimin akan memberikan daftar  pertanyaan yang perlu kamu tanyakan pada diri mu sendiri, sehingga kamu dapat memastikan bahwa apakah sudah siap untuk memulai sebuah usaha tersebut.

Baca juga : 25 Peluang Usaha yang Cocok Setelah Lulus Kuliah, 100% Unik!

Lalu tindakan apa yang perlu kita diambil untuk membantu dan memastikan kesuksesan usaha yang akan kamu jalankan. Bagi kamu yang baru disini, agar tidak ketinggalan update terbaru kosngosan, pastikan kamu bookmart halaman depan kosngosan untuk mendapatkan postingan terbaru.



Oke mari kita bahas satu per satu pertanyaan yang harusnya kamu tanyakan kepada diri kamu sendiri, sebelum memutuskan untuk memulai suatu bisnis. Perhatikan, pertanyaan ini hanya simulasi dan jawabannya sepenuhnya tergantung kepada mu.

Apakah Kamu Memiliki Rencana Usaha?


biaya bisnis

Rencana usaha atau business plan merupakan blue print bagi bisnis barumu. Ini semacam dokumen yang menentukan roadmap atau tujuan jangka panjang mu, mengenai bagaimana melihat usaha mu akan tumbuh, meluas dan berkembang dalam tahun berikutnya.

Apakah Kamu Berani Mengambil Resiko?


Memulai usaha sendiri itu berisiko. Sangat berisiko untuk keluar dari pekerjaan, dan berhenti dari menerima gaji bulanan, demi mencoba sesuatu yang belum ada jaminan untuk sukses. Jika kamu memiliki beberapa tabungan di dalam bank, tidak tergantung pada siapapun atau masih lajang, maka risiko yang diperhitungkan ini dapat menjadi petualangan yang layak untuk dilakukan.

Jika kamu memiliki keluarga yang bergantung padamu, maka tetap layak untuk memulai usaha yang berhasil, namun faktor risikonya akan berbeda. Dalam kasus apapun, kamu harus memastikan untuk menghitung risiko tersebut terlebih dahulu sebelum memulainya.

Siapa Pesaing-mu?


pesaing bisnis

Kamu harus memahami siapa pesaing dalam industri atau bisnis yang kamu pilih. Hal ini begitu krusial untuk merumuskan strategi usaha yang tepat. Ini akan dapat membantu mu merencanakan pemasaran produk dan menentukan kemana mengarahkan dana periklananmu.

Kamu juga mungkin akan memilih satu, atau dua hal dari pesaing ini. Apabila kamu mengenali pesaingmu, maka kamu akan berada dalam posisi yang lebih baik untuk memulai sebuah usaha. Mengapa? karena jendral terbaik adalah mereka yang mengenal baik musuhnya dalam berperang.

Apakah Kamu Sudah Bebas?


Memulai sebuah usaha berarti kamu akan menjadi bos bagi diri mu sendiri. Tentu saja merupakan contoh Independen, namun itu juga artinya kamu akan menjadi mandiri. Jadi tanyakan pada diri kita sendiri mengenai pertanyaan sederhana ini.

Apakah kamu mampu membuat keputusan sendiri dengan percaya diri, tanpa selalu melibatkan orang lain. Jika kamu merasa dapat mempercayai insting mu dan tidak takut salah atau tidak takut ditolak, maka memulai sebuah usaha tentu akan cocok untuk mu.

Apakah Kamu Optimistis?


Seorang pengusaha haruslah optimistis terhadap tujuan jangka panjangnya dalam berbisnis. Ketika kamu sudah bertanya kepada dirimu sendiri, apakah kamu sudah memiliki sifat yang optimistis, maka kamu sejatinya bisa memulai bisnis dengan penuh keyakinan.

Baca juga : Jangan menyerah, coba peluang bisnis ini setelah kamu dipecat

Namun perlu diingat, rasa optimis tidak cukup. Kamu harus berusaha mewujudkan tujuan bisnis mu secara nyata, mengaplikasikan setiap ilmu dan pengalaman yang sudah kamu miliki untuk menjalankan bisnis secara serius. Barulah kamu bisa meraih kesuksesan dalam berbisnis.

Bagaimana Sikapmu Terhadap Kritikan?


Pengusaha itu tidak baperan. Artinya ketika kritikan pedas datang dari klien atau konsumen, maka kamu harus mampu mengubah itu menjadi pembelajaran untuk menjadi bahan koreksi buat bisnis mu kedepannya.

Kamu harus bersifat terbuka, open minded dalam menerima setiap kritikan. Terkadang kritikan ada yang bersifat membangun, namun ada juga yang menjatuhkan. Disinilah perlu kedewasaan dalam bersikap, tentukan arah bisnismu, jangan mau terombang ambing dalam pendapat orang.

Seberapa Melek Kamu dengan Teknologi Informasi?


Apakah kamu seorang yang melek teknologi, cukup akrab atau sama sekali tidak tertarik menggunakan teknologi dalam bisnis mu? Karena dengan memiliki ketertarikan terhadap dunia internet misalnya, akan membantu mu dalam mengembangkan bisnis seperti bantuan promosi, branding dan internet marketing.

Apakah Kamu Tertarik dengan Produk atau Jasa?


Kamu harus percaya bahwa setiap produk atau jasa yang kamu miliki, akan memiliki permintaan besar di pasaran, dan akan lebih baik lagi apabila produk atau jasa itu belum ada seorang pun yang mengenalkannya.

Karena punya visi yang brilian dan kreatif untuk sesuatu yang diidamkan pasar adalah tanda bahwa kamu seorang pengusaha. Jika kamu tahu bahwa ide tentang sebuah produk atau layanan jasa yang kamu miliki akan menjadi item yang dicari, maka inilah waktunya untuk membuka sendiri usaha kamu.

Apakah Kamu Negosiator yang Baik?


negosiator bisnis

Menjadi negosiator yang baik adalah hal penting saat menjadi pemilik usaha. Sebagai pemilik sebuah startup tertentu, bayangkan Kamu sedang menjadi seorang wirausaha sebenarnya, kamu akan perlu bernegosiasi tentang semuanya, baik itu biaya sampai kontrak yang akan kamu tawarkan.

Jika berbagi dan bertemu orang terdengar seperti sesuatu yang telah kamu lakukan dengan baik, maka tentu saja itu waktunya untuk memulai sendiri usaha kamu. Nantinya kamu akan banyak menggunakan kemampuan bernegosiasi dan berusaha untuk mempengaruhi orang dengan perkataan mu. Baca juga Cara Menjadi Negosiator Ulung.

Apakah Kamu Bersifat Persuasif?


Menguasai seni persuasi atau seni mempengaruhi orang lain adalah kunci untuk menjalankan sebuah usaha, karena kamu membutuhkan untuk meyakinkan calon pelanggan beserta partner bisnis mu untuk memulai apa yang sudah direncanakan.

Hal ini juga untuk mendukung usaha yang kamu kelola supaya mereka berada dalam industri bisnismu, dimana produk atau jasa mu akan menyelesaikan sebuah permasalahan esensial. Ini tentunya memerlukan softskill.

Seperti contohnya dalam rapat dan bisa jadi kamu akan berbicara di depan umum pada sebuah acara atau talkshow. Jika kamu sudah tahu bahwa kemampuan dalam membujuk seseorang sudah kamu kuasai,  maka pertimbangkan untuk segera membuka usaha.

Apakah Kamu Memiliki Kreatifitas dan Inovasi?


Mayoritas orang mengetahui bahwa apa yang dimiliki oleh seorang pengusaha, adalah hal kreatif dan inovatif agar tetap diterima oleh pasar. Dimana ide kreatif mereka akan digunakan untuk kelangsungan bisnis.

Memulai sebuah usaha memerlukan kreatifitas. Jika dengan memulai usaha kamu dapat lebih bayak menuangkan ide kreatif. Atau bahkan kamu membuka startup konsultan kreatif lainnya, maka hal itu tentu akan dapat membantumu dalam memulai bisnis sesegera mungkin.

Apakah Kamu Bosan Bekerja atau Merasa Tidak Ingin Lagi Menjadi Karyawan?


bosan karyawan

Mungkin tidak ada ukuran lain yang akurat dalam menentukan kapan membuka usaha sendiri, selain bagaimana perasaan kamu terhadap situasi pekerjaan saat ini. Bukan cara yang baik untuk menjalani hidup jika pergi ke kantor setiap hari dan berkerja pada sebuah pekerjaan dimana kamu tidak merasa nyaman.

Baca juga : Pilih kerja kantoran atau berwirausaha setelah lulus kuliah?

Kamu mungkin tidak merasa cocok baik itu dengan bos, rekan kerja maupun tugas dna tanggung jawab yang kamu emban dan kamu masih mau bertahan pada tempat itu. Maka memulai usaha sendiri dapat menjadi solusi jangka panjang mu.

Apakah Kamu bisa Mengatur Diri Sendiri dengan Baik?


Menjalankan usaha sendiri tidak seperti berjalan di taman. Itu akan menjadi sebuah proses yang memerlukan struktur dan efisiens. Meskipun kamu memulai sebuah usaha kecil dimana hanya kamu yang berperan sebagai pemilik serta karyawan tunggal.

Apabila kamu tahu bahwa kamu baik dalam mengelola sesuatu, mengetahui bagaimana memprioritaskan tugas, dan bisa mengelola waktu secara rapi, maka kewirausahaan atau usaha akan tepat untuk mu.

Apakah Kamu Perencana dan Pemikir yang Baik?


Seorang wirausahawan atau solopreneur dan siapa pun yang memulai usaha, mereka rata-rata adalah orang yang senang berpikir. Itu adalah fakta nyata, dimana memulai sebuah usaha memerlukan banyak strategi, kreatifitas, dan perencanaan.

Apabila kamu benar-benar ingin melakukan hasil pemikiran dan rencana ambisius mu, maka itu adalah waktunya untuk kamu agar segera keluar dari perlombaan perlombaan kecil dan membuka usaha sendiri, menantang dirimu sendiri untuk hal itu.

Apakah Kamu Memiliki Banyak Waktu Luang?


Memulai sendiri usaha kamu adalah sebuah komitmen besar jika kamu benar ingin berhasil. Bayangkan itu seperti sebuah pernikahan, namun lebih banyak kesetiaan. Untuk berhasil dalam beberapa tahun pertama, Kamu harus berkerja 12 jam atau lebih perhari selama berhari-hari dalam seminggu, dan ini tidak ideal jika Kamu memiliki sebuah keluarga atau komitmen lainnya.

Baca juga : Tips Manajemen Waktu Luang Produktif

Jika kamu merasa, meskipun kamu memiliki keluarga atau komitmen lainnya, kamu tetap dapat mengerjakannya di antara jadwal mu, serta memiliki cukup waktu luang dalam menjalankan usaha baru tersebut, maka menjalankan sebuah usaha akan cocok untuk mu.

Apakah Kamu Ingin Membantu Orang Lain?


Sebagian dari memulai usaha sendiri adalah keinginan yang tulus untuk membantu orang. Produk atau jasa yang akan Kkmu bawa ke pasar harus mampu menyelesaikan permasalahan banyak orang, sehingga tentu saja ada sisi kemaslahatan untuk menjalankan sebuah usaha.

Jika sebuah keinginan untuk tidak mementingkan diri sendiri, dapat menjaga kamu untuk terus melalui naik turunnya menjadi pemilik usaha, maka jelas kamu sudah siap untuk memulai usaha. Namun bila kamu hanya mementingkan ego dan keuntungan mu saja, koreksi kembali niatmu untuk berbisnis.

Bagaimana Sifat dari Usaha-mu?


Bisnis adalah mayoritas tentang branding. Tanpa indikasi yang jelas siapa kamu dan produk atau layanan apa yang kamu sediakan, maka akan sulit untuk menonjolkan bisnismu di pasaran. Dengan memahami jenis usaha kamu, apakah itu dalam jenis agensi, kreatif, startup, maka kamu akan jauh lebih dekat pada branding yang sukses.

Siapa Target Pasar-mu dan Bagaimana Pemasaran-nya?


target bisnis

Menentukan target kepada siapa produk akan terjual atau layanan yang akan diberikan, merupakan hal fundamental bagi kesuksesan suatu usaha. Produk atau layanan yang kamu miliki akan menyelesaikan masalah bagi suatu permasalahan tertentu.

Dengan mengetahui hal ini akan membantu kamu beriklan secara lebih efektif. Memasarkan usaha merupakan hal esensial untuk kesuksesannya. Kamu perlu membicarakan tentang usaha kamu di luar sana, dan kamu membutuhkan strategi periklanan yang baik.

Apa Alasan Unik Penjualanmu?


Setiap usaha memerlukan sebuah alasan unik untuk berjualan, sebagai pembeda yang baik antara kamu dengan pesaingmu. Kamu harus bisa menjelaskan apa yang ditawarkan merek produk atau jasa mu kepada pelanggan yang tidak bisa dilakukan oleh siapapun.

Maka ini  akan menjadi keunggulan bagi usaha mu. Jika kamu bisa menyampaikan apa yang membedakan usaha mu dari yang lainnya dalam industri tersebut, maka kamu memiliki langkah yang baik dalam memulai usaha.

Dari Mana Kamu Akan Menjalankan Usaha?


Bisnis  kecil bisa saja dijalankan di rumah secara lebih efektif dan efisien. Apabila kamu menyediakan layanan kreatif seperti desain web. Maka kamu dapat jauh berkembang dengan menjalankan usahamu di kantor atau di rumah tanpa perlu menghabiskan biaya untuk menyewa kantor yang strategis.

Apakah Kamu Membutuhkan Karyawan Untuk Bisnismu?


Saat kamu memulai usaha kecil, perlu untuk menyimpan uang dan mencoba untuk melakukan semua sendiri. Akan tetapi pada saatnya nanti, ketika usaha mu mulai menguntungkan dan kamu menyadari bahwa kamu bisa memperkerjakan beberapa orang supaya kamu bisa lebih fokus pada manajemen bisnis tanpa berkutat dengan teknis pekerjaan.

Hal ini jelas akan lebih bijaksana untuk mempertimbangkan memperkerjakan beberapa karyawan, jika kamu mampu. Ketika kamu memiliki sebuah ide yang bagus mengenai seberapa banyak pekerjaan yang dapat kamu tangani sendiri dan seberapa banyak pekerjaan yang harus ditangani oleh karyawan, maka kamu sudah siap untuk menjalankan usaha.

Apa Saja Biaya Usaha-mu?


Dengan memahami seberapa banyak uang yang harus kamu investasikan dalam usaha, akan membantu kamu dalam merencanakan daya tahan. Apabila kamu memiliki sebuah usaha online atau berkerja dari rumah, kamu tidak akan memiliki biaya berlebih, akan tetapi kamu tetap membayar koneksi internet dan alat lain seperti PC dan printer bukan?

Apabila kamu memiliki rincian yang bagus tentang biaya operasional, maka kamu sudah bias menjadi lebih percaya diri dalam memulai usaha. Intinya adalah mulai memperhitungkan kebutuhan bisnis mu, baru kemudian menganggarkannya sesuai modal yang kamu miliki.

Apa Struktur Legalitas Usahamu?


Jika kamu seorang enterpreneur dan bekerja seorang diri, maka dalam hal ini cukup jelas, dimana kamu akan menjadi pemilik utama atau owner.  Akan tetapi bagaimana jika kamu memiliki beberapa karyawan?

Baca juga : Cara Daftar Surat Izin Usaha Online (OSS)

Kamu perlu mengetahui perbedaan antara entitas usaha, sehingga kamu bisa mengetahui kapan waktunya untuk beroperasi dan kapan tidaknya. Apabila kamu mengetahui struktur legalitas apa yang akan diambil pada sebuah usaha, maka kamu sudah selangkah lebih dekat untuk menjalankan usaha.

Bagaimana Respon Orang disekitar mu?


Bantuan dalam arti dukungan moral dan materil perlu kamu dapatkan dari orang orang disekitarmu seperti orangtua, saudara atau istri. Tanyakan kepada diri sendiri, apakah dengan memulai bisnis, kamu mendapatkan dukungan dari mereka?

Sebagian pemula memang terkadang belum mendapatkan restu dari orang terdekat mereka mengenai keputusan dalam memulai bisnis. Namun itu tidak menjadi masalah, kamu hanya perlu membuktikan kepada mereka bahwa pilihanmu sudah tepat.

Apakah Ibadah dan Syukur Semakin Berkualitas?


Berbisnis tidak selalu mengenai memikirkan omset dan profit. Tanyakan kepada dirimu apakah dengan berbisnis, kamu juga bisa memiliki waktu ibadah yang luang dan intens? Apakah bisnis mu sudah membuat kamu bersyukur dan terus berdoa? Jangan sampai nanti kamu menjadi pengusaha yang abai dalam hal hal keagamaan tersebut.

Baca juga : 10 Bidang Usaha Mahasiswa Modal Nekad yang Bisa Dicontoh

Baiklah, semoga materi kosngosan mengenai daftar pertanyaan dan jawaban mengenai memulai bisnis diatas bisa mencerahkan dan menginspirasi para pejuang yang saat ini hendak memulai bisnis nya. Jadilah enterprenur yang sukses!
By

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel