Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

15 Cara Merawat Mikroskop supaya Awet dan Tahan Lama

Apakah kamu pernah melakukan eksperimen menggunakan mikroskop? Ketika SMP atau SMA (Jurusan IPA), kalian pasti pernah memakai alat ini ketika masuk pelajaran biologi. Biasanya alat ini menjadi fasilitas di laboratorium sains untuk membantu para siswa dalam melihat serta mengamati mahluk hidup yang ukurannya sangat kecil sehingga tidak dapat dilihat dengan menggunakan mata telanjang.

Apa itu mikroskop? Kata ini berasal dari bahasa latin yiatu "mikro" yang berarti "kecil" dan "scopein" yang berarti "melihat". Sehingga mikroskop bisa diartikan sebagai alat untuk melihat benda yang ukurannya kecil.

Prinsip kerjanya adalah dengan memperbesar ukuran bayangan benda yang akan diamati sampai berkali-kali lipat dari ukuran sebenarnya menggunakan bantuan lensa.

Saat ini perkembangan teknologi memang sudah sangat canggih, termasuk jenis mikroskop terbaru yang disebut mikroskop elektron, yang mungkin belum pernah sobat kosngosan pakai di sekolah.

Mikroskop jenis ini memiliki lensa yang bisa memperbesar ukuran dengna skala hingga satu juta kali ukuran benda yang sesungguhnya. Meskipun memang kebanyakan di sekolah Indonesia, jenis mikroskop ini jarang ditemui karena punya harga yang mahal


Tips Merawat Mikroskop dengan Baik dan Benar

cara merawat mikroskop

Baiklah sesuai dengan judul postingan kali ini mengenai cara merawat alat bantu yang sering kita temui di sekolah ini, kamu bisa dengan cukup mudah mengikuti beberapa tips sederhana dibawah ini, check these out!


1. Simpan di tempat yang Aman

Mikroskop semestinya memang disimpan pada tempat yang sejuk, kering dan juga terbebas dari debu. Selain itu hilangkan dari pengaruh uap asam dan basa.

Hindari tempat penyimpanan yang terlalu lembab. Sebaiknya tempat penyimpanan mikroskop musti disimpan menggunakan silika gel yang bersifat higroskopis untuk menghindari tumbuhnya jamur


2. Bersihkan Mikroskop Setelah dipakai

Sebelum menyimpan alat ini, kamu harus membersihkannya menggunakan kain atau tissue yang lembut. Jangan menyimpan alat ini dengan posisi preparatnya masih tertinggal di atas meja mikroskop.

Kesalahan ini bisa mengakibatkan tumbuhnya jamur pada preparat yang akhirnya mengkontaminasi lensa mikroskop dan ujungnya akan rusak


3. Jauhkan Meja Objektif dari Preparat

Sebelum sobat kósngosan menyimpan mikroskop, lensa objektif sebisa mungkin dijauhkan dari meja preparat. Kamu bisa memutar alat penggeraknya ke posisi awal, kondensor diturunkan seperti sedia kala, lampu dikecilkan dan kemudian dimatikan


4. Bersihkan Lensa dengan Hati Hati

Membersihkan debu pada bagian lensa mikroskop memang susah gampang. Bagian yang sulit dijangkau bisa menggunakan kain fanel dan menggunakan kuas kecil yang bisa menjangkau. Lensa pada mikroskop seperti okuler, objektif, dan kondensor harus dibersihkan dengan menggunakan tisu khusus lembut bisa diberikan alkohol 70%

Jangan membersihkan lensa pakai sapu tangan atau lap kain memiliki permukaan kasar, karena bisa menggores lensa atau merusak lapisan pelindung lensa. Pastikan partikel halus tidak menempel dan menggumpal apalagi sampai mengering


5. Tidak Menggunakan Alat Pemutar dengan Kasar

Ketika kamu menggunakan perbesaran kuat, jangan menggerakkan alat pemutar dengan kasar dan bar bar. Karena semakin besar menggunakan daya lensa, panjang tubus lensa objektif akan makin panjang, jadi jarak antar lensa objektif dan gelas objek semakin dekat.

Menggerakkan pemutar dengan cara yang kasar maka kemungkinan lensa objektif dan gelas objek bisa bersentuhan dan parahnya bisa pecah


6. Letakkan Mikroskop Pada Permukaan Datar

Selama sobat kosngosan menggunakan mikroskop baik di dalam ruangan atau diluar, sebaiknya kalian menggunakan meja objek yang diatur pada posisi datar, supaya nantinya bisa menghindarkan adanya air atau larutan yang tumpah dan mengotori mikroskop dan merusak kalau tidak dibersihkan dan dikeringkan


7. Menyimpan dengan Cara yang Benar

Sebelum menyimpan alat ini di lemari atau tempat penyimpanan, bagian meja mikroskop diatur lagi seperti sedia kala dan lensa objektif dijauhkan dari meja preparat, kamu bisa memutar alat penggeraknya ke posisi awal, kondensor diturunkan ke posisi awal dan jangan lupa mematikan lampunya


8. Simpan pada Lemari Khusus

Tips penyimpanan mikroskop supaya menambah umur pemakaian dan semakin awet adalah, dengan menyimpan alat ini dalam lemari tertutup yang dihangatkan dengan lampu listrik berdaya 10 watt.

Lampu pijar ini akan membantu suhu dalam lemari lebih hangat dari suhu kamar, sehingga menghindari terjadinya penurunan suhu yang bisa merusak mikroskop


9. Membersihkan Minyak Imersi

Sisa minyak imersi pada lensa objektif bisa sobat kosngósan bersihkan menggunakan bahan xilol dengan cara hati-hati. Jangan sampai cairan xilol menempel dibagian mikroskop non optik, karena bisa merusak cat atau merusak bahan plastik

Jangan menggunakan larutan tersebut pada bagian lensa lain, kecuali produsennya menyatakan langsung pada buku instruksi dan memastikan bahwa bahan tersebut aman. Bersihkan semua minyak imersi di permukaan lensa, sampai partikel yang halus tidak menempel dan menggumpal serta mengering.


10. Pegang dengan Cara yang Benar

Cara memegang mikroskop yang benar adalah dengan memegang pada gagang mikroskop ketika hendak mengangkatnya.

Sebenarnya tidak ada teknik khusus memegang alat ini. Tapi kamu harus berhati hati dalam memperlakukannya, karena benda ini punya lensa yang sensitif terhadap gerakan dan benturan keras, apalagi sampai jatuh ke lantai


11. Hindari Benturan Keras

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, bahwa mikroskop adalah benda yang sensitif terhadap gerakan. Hindari benturan dan jangan sampai terjatuh ke lantai.

Kalau sampai terjatuh, bisa berakibat fatal terhadap bagian dalam lensa yang sensitif. Oleh karena itu pegang erat alat ini ketika kamu hendak memindahkannnya.


12. Jangan Menyentuh Lensa Secara Langsung

Fungsi lensa pada mikroskop berbeda dengan kamera atau smartphone. Lensa adalah salah satu bagian terpenting dalam mikroskop, bagian ini juga merupakan bagian yang paling sensitif pada kamera.

Bagian ini mudah kena debu serta kotoran ketika kamu memakainya diluar ruangan. Bahkan bagi beberapa pengguna, lensa kamera bisa lebih mudah menjadi kotor karena tersentuh jari atau udara luar


13. Beli dalam Kondisi Baru

Sebenarnya tips ini tidak berlaku buat kamu seorang siswa yang hanya menggunakannya saja. Tapi lebih berlakuk ke pada pihak sekolah yang ingin membeli alat ini dalam kondisi baru, langsung dari pabrikannya. Supaya sobat kosngosan bisa mendapatkan garansi dan support sale langsung dari toko resminya.


14. Memilih Pabrikan yang Berkualitas

Sebagai pihak sekolah yang ingin mendatangkan mikroskop untuk kebutuhan penelitian dan percobaan di laboratorium, harusnya bisa memilih brand mikroskop yang sudah terpercaya dan terkenal dengan kualitas alatnya yang tahan lama dan sesuai untuk kebutuhan penelitian skala sekolah.


15. Klaim Garansi Jika Terjadi Kerusakan

Klaim garansi sangat penting untuk mengantisipasi kerusakan atau kerugian yang bisa saja kamu alami ketika menggunakan alat ini. 

Masing masing brand memang memberikan masa garansi yang berbeda, sesuai dengan harga dan juga pabrikan. Oleh karena itu kamu harus pintar pintar dalam memilih brand dari alat ini

Baca juga : Contoh Ide Eksperimen pakai Mikroskop di Sekolah


Kata Penutup

Setelah menerapkan beberapa tips sederhana diatas, semoga saja sobat kosngosan.com bisa menjaga usia pakai dari alat ini, terutama buat kalian siswa di sekolah yang sering praktek di laboratorium. Mengingat di sekolah alat ini memang biasanya digunakan untuk praktikum biologi untuk materi terkait.

Biasanya juga mikroskop banyak digunakan digunakan untuk tingkatan medis dan penelitian lainnya. Jangan lupa untuk klik tombol share dan bagikan artikel ini ke sosial media kalian ya

Oleh rezaharahap